INILAHSUKABUMI.COM – Kabupaten Sukabumi memiliki banyak kekayaan budaya yang masih terjaga hingga kini. Salah satu yang paling dikenal adalah Kasepuhan Ciptagelar, sebuah kampung adat yang berada di kawasan pegunungan Sukabumi Selatan. Kampung ini dikenal sebagai pusat kehidupan masyarakat adat Sunda yang masih mempertahankan tradisi leluhur secara turun-temurun.
Keberadaan Kasepuhan Ciptagelar tidak hanya menarik perhatian peneliti budaya, tetapi juga wisatawan yang ingin melihat langsung kehidupan masyarakat adat yang tetap menjaga kearifan lokal. Berikut lima fakta menarik tentang kampung adat legendaris di Sukabumi tersebut.
1. Memiliki Sejarah Panjang Sejak Masa Kerajaan Sunda
Komunitas Kasepuhan Ciptagelar diyakini telah ada sejak ratusan tahun lalu dan memiliki keterkaitan dengan tradisi masyarakat Sunda pada masa kerajaan. Masyarakat adat di wilayah ini dikenal sebagai bagian dari komunitas Kasepuhan yang mempertahankan sistem adat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
2. Dipimpin oleh Tokoh Adat yang Disebut Abah
Kehidupan masyarakat adat di Ciptagelar dipimpin oleh seorang pimpinan adat yang disebut Abah. Saat ini, kepemimpinan adat dipegang oleh Abah Ugi Sugiana yang bertugas menjaga aturan adat, memimpin ritual budaya, serta memastikan tradisi leluhur tetap dijalankan oleh masyarakat.
Baca Juga: 7 Kampung Tertua di Sukabumi yang Punya Sejarah Panjang
3. Memiliki Tradisi Seren Taun yang Masih Dilestarikan
Salah satu tradisi yang paling terkenal di Kasepuhan Ciptagelar adalah seren taun. Upacara adat ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen padi yang dilakukan setiap tahun. Tradisi tersebut menjadi simbol penting hubungan masyarakat adat dengan alam dan pertanian.
4. Sistem Pertanian Padi yang Unik
Masyarakat Kasepuhan Ciptagelar memiliki aturan adat yang melarang penjualan padi hasil panen. Padi disimpan di lumbung tradisional sebagai cadangan pangan masyarakat. Sistem ini sudah dijalankan sejak lama dan menjadi salah satu bentuk kearifan lokal dalam menjaga ketahanan pangan.
5. Masih Menjaga Hutan Adat dan Alam Sekitar
Selain menjaga tradisi budaya, masyarakat Ciptagelar juga dikenal sangat menjaga kelestarian lingkungan. Hutan adat di sekitar kampung dijaga ketat dan tidak boleh sembarangan ditebang. Aturan tersebut menjadi bagian dari sistem adat yang bertujuan menjaga keseimbangan alam.
Redaktur: Rendi Rustandi
Referensi
-
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia – Data kebudayaan masyarakat adat Sunda.
-
Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat – Kajian komunitas adat Kasepuhan.
-
Pemerintah Kabupaten Sukabumi – Profil budaya dan masyarakat adat Sukabumi.
The post 5 Fakta Kasepuhan Ciptagelar, Kampung Adat Legendaris di Sukabumi first appeared on Inilah Sukabumi.



















