KUWAIT – Sebuah jet tempur yang diduga milik Amerika Serikat jatuh di wilayah Kuwait pada Senin, 2 Maret 2026, di tengah eskalasi serangan udara antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Insiden ini terjadi saat pertempuran di kawasan Timur Tengah memasuki hari ketiga, dengan serangan balasan dilaporkan menyasar sejumlah pangkalan militer AS di negara-negara Teluk.
Berdasarkan penelusuran lokasi oleh CNN, titik jatuh pesawat berada di Kuwait, sekitar 10 kilometer dari pangkalan udara AS di Ali Al Salem Air Base. Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, tampak sebuah jet tempur bermesin ganda terbakar di udara sebelum terjun bebas sambil berputar dan menghantam daratan.
Analisis CNN menyebutkan siluet pesawat dalam video tersebut sesuai dengan tipe F-15E atau F/A-18. Namun, laporan India Today mengklaim jet tempur yang jatuh merupakan F-15 milik Amerika Serikat. Hingga kini, kepemilikan pesawat tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas militer AS.
Baca Juga: 104 KK Terdampak Pergerakan Tanah di Bantargadung Sukabumi, Dapur MBG Dikerahkan Bantu Pengungsi
Penyebab jatuhnya jet tempur itu masih dalam penyelidikan. Laporan awal mengarah pada dugaan tembakan salah sasaran. Disebutkan bahwa pesawat tersebut “kemungkinan menjadi korban friendly fire atau tembakan keliru setelah terkena sistem pertahanan udara Patriot yang beroperasi di wilayah Kuwait.”
Sejauh ini, United States Central Command belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Pemerintah Kuwait melalui Kementerian Luar Negeri juga belum memberikan keterangan kepada publik.
Meski pesawat hancur saat menghantam daratan, otoritas setempat mengonfirmasi sang pilot berhasil menyelamatkan diri dengan melontarkan kursi pelontar sebelum pesawat jatuh. Beberapa video yang beredar menunjukkan pilot dalam kondisi selamat dan tengah mendapat pertolongan, meski diduga mengalami luka ringan.
Baca Juga: Bahas Kasus Kematian Nizam, Kapolres Sukabumi Hadiri RDP Komisi III DPR RI
Dampak jatuhnya jet tempur ini juga dirasakan di sektor industri. Kuwait Integrated Petroleum Industries Company melaporkan bahwa puing-puing pesawat jatuh di area kilang minyak Mina Al Ahmadi Refinery.
“Serpihan pesawat jatuh di dalam kompleks kilang dan melukai dua pekerja kami,” demikian keterangan perusahaan. Tim tanggap darurat segera dikerahkan ke lokasi untuk mengamankan area dan mengevakuasi korban.
Insiden ini menambah panjang daftar risiko salah sasaran di tengah padatnya aktivitas militer di kawasan Teluk. Situasi di Timur Tengah masih berpotensi bergejolak, seiring meningkatnya intensitas serangan udara dan respons balasan antar pihak yang terlibat konflik.
The post Jet Tempur Diduga F-15 Jatuh Dekat Pangkalan AS di Kuwait first appeared on Sukabumi Ku.



















