SUKABUMI – Langit mendung yang menggantung di atas Kampung Cimala, RT 20/05, Desa Bantarsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, seolah menjadi saksi bisu tragedi memilukan yang terjadi pada Senin (2/3/2026) pagi. Sekitar pukul 06.00 WIB, sebuah rumah sederhana di sudut kampung tiba-tiba dilalap api.
Kepanikan langsung melanda warga. Dengan peralatan seadanya, mereka berupaya memadamkan kobaran api yang terus membesar. Namun, si jago merah bergerak terlalu cepat. Rumah tersebut hangus beserta seluruh isinya.
Di balik puing-puing yang menghitam, kabar duka pun terungkap. Dewi (52), seorang perempuan yang diduga mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ), ditemukan meninggal dunia di dalam rumah yang terbakar. Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar yang tak menyangka pagi itu berubah menjadi petaka.
Baca Juga: Lapang Merdeka Kedua di Cibeureum Sukabumi Dimatangkan, Disiapkan Jadi Ikon Baru Kota
Beberapa warga tampak masih berdiri mematung, memandangi sisa-sisa bangunan yang runtuh, seolah tak percaya satu nyawa melayang di kampung mereka.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Pabuaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan koordinasi lintas sektor.
P2BK Kecamatan Pabuaran, A. Yogi R, mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab kebakaran tersebut.
“Untuk kronologis dan penyebab kejadian masih dalam pendalaman. Kami meminta keterangan dari saksi-saksi, baik keluarga maupun tetangga korban,” ujarnya saat di konfirmasi, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, satu unit rumah dipastikan ludes terbakar, sementara nilai kerugian materi masih dalam proses perhitungan. Petugas juga masih menunggu kedatangan pihak keluarga korban yang diketahui berada di luar kota.
Sejumlah unsur turut hadir di lokasi kejadian, di antaranya Babinsa, Satpol PP, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta anggota Polsek setempat. Aparat juga memasang garis pembatas dan terus mengumpulkan informasi guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
Namun, di balik peristiwa tragis tersebut, muncul fakta lain yang menjadi sorotan. Armada pemadam kebakaran tidak terlihat saat api melahap rumah korban. Pihak Damkar Sagaranten menyebut mereka tidak menerima laporan kebakaran, meskipun Kecamatan Pabuaran termasuk dalam wilayah kerja mereka.
Seorang petugas Damkar Sagaranten mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah api berhasil dipadamkan warga.
“Kami tidak menerima laporan kejadian kebakaran ini. Padahal Kecamatan Pabuaran masuk wilayah kerja kami. Jika ada laporan masuk, tentu kami akan segera bergerak,” jelasnya.
Ketiadaan laporan tersebut menjadi catatan tersendiri. Warga mengaku hanya bisa mengandalkan upaya pemadaman mandiri, namun api sudah terlanjur membesar dan sulit dikendalikan.
Kini, rumah yang dahulu menjadi tempat tinggal Dewi hanya menyisakan arang dan dinding runtuh. Tragedi pagi itu meninggalkan duka mendalam sekaligus pertanyaan besar tentang penyebab kebakaran dan keterlambatan penanganan yang hingga kini masih menunggu jawaban.
The post Tragis! Perempuan 52 Tahun Tewas Terbakar Di Dalam Rumah first appeared on Sukabumi Ku.



















