SUKABUMI — Warga yang terdampak bencana pergerakan tanah di Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, mulai menyuarakan kekhawatiran mereka terkait dugaan penyebab musibah yang merusak permukiman warga.
Sejumlah warga menilai aktivitas penebangan pohon dan pembukaan lahan di kawasan bukit yang berada di atas permukiman menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya pergerakan tanah.
Salah seorang warga terdampak, Anisa Agustina, mengatakan bahwa sebelum adanya aktivitas penebangan pohon di area tersebut, wilayah tempat tinggal mereka tidak pernah mengalami bencana serupa.

Baca Juga: Pererat Silaturahmi, Pemdes Cimahpar Bersama Karang Taruna dan PKK Gelar Aksi Berbagi Takjil
“Semenjak ada pepohonan ditebang jadi rata, sekarang jadi musibah. Sebelumnya tidak pernah ada kejadian seperti ini,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (7/3/2026).
Menurut warga, aktivitas di atas bukit sudah berlangsung beberapa waktu terakhir. Mereka mengaku sering mendengar suara mesin pemotong kayu atau chainsaw serta melihat alat berat beroperasi di kawasan tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, lahan di area bukit tersebut disebut akan dimanfaatkan untuk pengembangan perkebunan buah-buahan serta proyek peternakan sapi dalam skala besar.
Sementara itu, warga Kampung Cijambe lainnya, Deli Saputra, menggambarkan kondisi di kampung mereka kini diliputi kekhawatiran, terutama saat hujan deras turun.
Baca Juga: Donor Darah Sambil Bukber, Cara Unik RSUD Jampangkulon Ajak Warga Berbagi di Ramadan
“Kondisi saat ini, apalagi kalau turun hujan besar, suasana di Kampung Cijambe semakin mencekam. Kami khawatir pergerakan tanah susulan kembali terjadi sewaktu-waktu,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Raisa, yang mengaku warga tidak pernah mendapatkan pemberitahuan ataupun sosialisasi mengenai proyek yang berjalan di kawasan bukit tersebut.
“Tidak ada izin ke warga, tidak ada sosialisasi. Tiba-tiba saja proyek jalan. Kami sudah pernah demo ke desa, tapi tidak ditanggapi, malah proyeknya tetap lanjut,” katanya.
Saat ini sebagian warga masih bertahan di tenda pengungsian setelah rumah mereka terdampak bencana. Kondisi tersebut semakin berat karena peristiwa ini terjadi menjelang bulan suci Ramadan.
Baca Juga: Muhibah Ramadan di Warungkiara, Bupati Sukabumi Ajak Warga Doakan Korban Bencana Bantargadung
Para korban pun mendesak pemerintah daerah dan aparat terkait segera mengambil langkah tegas terhadap aktivitas di kawasan bukit yang mereka nilai berpotensi membahayakan keselamatan warga.
“Kami minta distop proyeknya. Kami juga minta solusi tempat tinggal atau relokasi yang layak. Kami trauma kalau harus kembali ke rumah yang lama,” ujar warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah desa maupun pengelola proyek yang disebut warga masih dalam upaya konfirmasi terkait tudingan tersebut.
The post Korban Bencana Soroti Pembukaan Lahan Bukit di Bantargadung Sukabumi, Penyebab Pergerakan Tanah? first appeared on Sukabumi Ku.



















