SUKABUMI — Kegiatan buka puasa bersama yang digelar KNPI Kota Sukabumi di sekretariat berubah menjadi sorotan setelah terjadi kendala akses yang memicu ketegangan antar pihak.
Pengurus KNPI periode 2025–2028 dilaporkan tidak dapat memasuki area gedung karena gerbang dalam kondisi terkunci. Situasi ini diduga terjadi lantaran kunci akses belum diserahkan oleh kepengurusan sebelumnya.
Karena acara sudah dijadwalkan dan melibatkan banyak pihak, panitia akhirnya membuka gerbang secara paksa agar kegiatan tetap berjalan.
Ketua KNPI periode terbaru, Tantan Sutandi, kemudian mengambil langkah dengan menetap di sekretariat sebagai bentuk penegasan posisi kepengurusannya.
“Secara legalitas, kami memiliki SK yang sah dan bisa dipertanggungjawabkan. Kepengurusan ini juga terbentuk melalui proses organisasi yang jelas,” ujar Tantan, Rabu (18/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa kepengurusan yang dipimpinnya merupakan hasil Musyawarah Daerah pada Desember 2025 yang, menurutnya, telah mendapatkan pengakuan dari tingkat provinsi hingga pusat.
Tantan juga menegaskan bahwa sekretariat KNPI merupakan fasilitas bersama bagi seluruh pemuda, bukan milik kelompok tertentu.
“Gedung ini bukan milik individu atau golongan. Semua pemuda berhak menggunakan fasilitas ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Sukabumi, namun belum menemukan solusi konkret.
“Kami berharap pemerintah bisa bersikap netral dan objektif agar persoalan ini tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” katanya.
Meski sempat memicu ketegangan, situasi di lokasi kini dilaporkan mulai kondusif. Namun, potensi gesekan antar pihak masih menjadi perhatian.
The post Kisruh Akses Gedung Warnai Agenda Buka Puasa KNPI Kota Sukabumi first appeared on Sukabumi Ku.



















