
Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI – Polemik larangan warga Muhammadiyah melaksanakan sholat Idul Fitri di Lapang Merdeka Sukabumi terus bergulir. Publik kini menyoroti janji kampanye pasangan Ayep–Boby yang pernah berkomitmen tidak akan melarang perbedaan pelaksanaan Idul Fitri maupun penggunaan Lapang Merdeka untuk sholat.
Dalam sebuah video debat publik KPU sebelum terpilih, pasangan calon nomor urut 02 itu menegaskan:
“Salah satu contoh, tidak boleh terjadi ada perbedaan Idul Fitri, tidak diperbolehkan di Lapang Merdeka. Saya 02 pasti akan membolehkan karena keberagaman berada di Indonesia, sehingga 02 akan menjamin keberagaman tersebut.”Sebut Ayep Zaki dalam potongan video yang diterima redaksi.
Namun, kebijakan terbaru justru melarang warga Muhammadiyah menggunakan Lapang Merdeka untuk sholat Idul Fitri. Keputusan ini memicu kritik keras dari masyarakat, terutama jamaah Muhammadiyah yang menilai hak beribadah mereka dibatasi.
Sejumlah tokoh masyarakat menilai larangan tersebut bertentangan dengan semangat toleransi dan keberagaman yang dijanjikan saat kampanye. “Janji politik seharusnya menjadi komitmen moral. Ketika realita berbeda, publik berhak mempertanyakan konsistensi pemimpin,” ujar salah satu pengamat politik lokal.
Selain itu, warga juga mengingatkan bahwa kasus serupa pernah terjadi sebelumnya. Kini, larangan di Lapang Merdeka mempertegas adanya pola pembatasan yang dinilai diskriminatif.
Polemik ini tidak hanya menimbulkan kekecewaan, tetapi juga membuka ruang diskusi lebih luas tentang kebebasan beragama, hak penggunaan fasilitas publik, serta akuntabilitas janji politik. Publik berharap pemerintah daerah segera memberikan solusi yang adil agar ketegangan tidak semakin meluas.(hnd)
The post Janji Palsu Walikota Ayep–Boby Tidak Akan Melarang Muhamadiyah Sholat di Lapang Merdeka appeared first on Radar Sukabumi.



















