INILAHSUKABUMI.COM – Pantai Tenda Biru di Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, selama ini dikenal dengan pesona alamnya yang menenangkan. Hamparan pasir dan debur ombak menjadi daya tarik wisatawan. Namun, di balik keindahan itu, tersimpan potensi bahaya yang tak selalu disadari.
Senin (23/3/2026) siang, suasana pantai berubah mencekam ketika seorang anak berusia 8 tahun, Aden, terseret ombak saat bermain di bibir pantai. Peristiwa itu terjadi begitu cepat, memicu kepanikan di antara pengunjung yang berada di lokasi.
Melihat anaknya terseret arus, sang ayah, Abduloh, langsung berusaha memberikan pertolongan. Tanpa mempertimbangkan risiko, ia masuk ke laut untuk menyelamatkan anaknya. Namun, kuatnya arus justru menyeretnya ikut ke tengah.
Di saat bersamaan, seorang pemancing bernama Ace yang berada di sekitar lokasi turut mencoba membantu. Upaya penyelamatan itu justru berujung tragis, ketika ketiganya terseret ombak dan hilang dari permukaan.
Kasi Ops dan Siaga Kantor SAR Jakarta, Akhmad Rizkiansah, menjelaskan bahwa insiden ini melibatkan tiga korban. “Korban ada tiga orang. Pada hari pertama ditemukan dua orang, yakni ayah dan anak. Kemudian pada hari berikutnya satu korban lainnya berhasil ditemukan,” ujarnya, Selasa (24/3/2026) kemarin.
Baca Juga: Tiga Wisatawan Terseret Ombak, Satu Ditemukan Meninggal
Ia juga mengungkapkan kronologi kejadian berdasarkan laporan di lapangan. “Kejadian bermula saat anak tenggelam, lalu ayahnya berusaha menolong namun ikut terseret arus. Seorang pemancing yang mencoba membantu juga mengalami hal yang sama,” jelasnya.
Tim SAR gabungan segera melakukan pencarian dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk nelayan setempat. Korban pertama, Aden, ditemukan sekitar 20 menit dari lokasi awal kejadian. Dua jam kemudian, jasad Abduloh ditemukan tidak jauh dari titik tersebut.
Pencarian terhadap korban terakhir dilanjutkan hingga Selasa (24/3/2026). Setelah dilakukan penyisiran intensif, jasad Ace akhirnya ditemukan, sehingga seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.
Akhmad Rizkiansah mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan pantai. “Kami mengingatkan kepada wisatawan untuk selalu berhati-hati, memperhatikan kondisi gelombang, dan tidak berenang di area yang berisiko,” pungkasnya. (*)
Redaktur: Rendi Rustandi
The post Ketika Rayuan Pantai Tenda Biru Ujunggenteng Sukabumi Memakan Tiga Nyawa Manusia first appeared on Inilah Sukabumi.



















