SORE yang tenang di Jalan Raya Citarik, Kamis (26/3/2026) sore kemarin, mendadak mencekam ketika truk pengangkut gas LPG 3 kilogram berubah menjadi bola api raksasa. Suara desisan gas yang bocor beradu dengan pekikan warga yang berlarian menjauh, menciptakan atmosfer horor di jalur utama menuju jantung ibu kota Kabupaten Sukabumi. Di tengah kepanikan itu, para petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) justru berlari mendekat, mempertaruhkan nyawa demi mencegah ledakan yang lebih masif.
Rendi Rustandi, Sukabumi
Insiden bermula saat truk bernomor polisi F 8597 QL yang membawa ratusan ‘si melon’ melaju dari arah Sukabumi menuju Palabuhanratu. Sopir truk, yang baru menyadari api muncul di bak belakang setelah diteriaki pengendara motor, segera menghentikan kendaraan tepat di depan pemukiman padat penduduk. Dalam hitungan detik, api menyambar tumpukan tabung gas, memicu kobaran setinggi lima meter yang menjilat kabel listrik di atasnya hingga menyebabkan pemadaman total di wilayah sekitar.
Baca Juga: Ini Kronologi Lengkap Terbakarnya Mobil Pengangkut Gas LPG di Palabuhanratu Sukabumi
Komandan Pos (Danpos) I Damkar Palabuhanratu, Aceng Ismail, mengungkapkan bahwa memadamkan api yang bersumber dari gas memerlukan teknik yang jauh berbeda dibandingkan kebakaran rumah atau lahan. Timnya tidak hanya menyemprotkan air, tetapi juga menggunakan campuran cairan detergen dan foam khusus untuk memutus rantai oksigen pada titik bocor tabung gas.
“Tekanan gas sangat tinggi, jika hanya disemprot air biasa, api justru sulit padam. Kami harus menggunakan busa detergen agar bisa melokalisir hawa panas secara instan,” ujar Aceng kepada wartawan di lokasi kejadian.
Drama pemadaman berlangsung selama satu jam lebih dengan ketegangan yang memuncak setiap kali terdengar suara dentuman kecil dari bak truk. Para petugas harus bekerja dengan perlengkapan pelindung lengkap dan ekstra hati-hati karena risiko tabung meledak sewaktu-waktu akibat tekanan suhu ekstrem (bleve). Keberanian petugas di garis depan menjadi penentu utama agar api tidak merambat ke bangunan ruko yang hanya berjarak beberapa meter dari lokasi kejadian.
Selama proses pemadaman berlangsung, arus lalu lintas dari arah Cibadak menuju Palabuhanratu mengalami kemacetan total yang melumpuhkan aktivitas ekonomi sesaat. Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga sepanjang 3,4 kilometer, mulai dari Simpang Batusapi hingga area Citarik. Pihak kepolisian dari Satlantas Polres Sukabumi terpaksa melakukan sistem buka-tutup jalur guna memberikan prioritas akses bagi armada tangki air tambahan yang didatangkan untuk membantu pendinginan.
Beruntung, ketangkasan petugas dan kewaspadaan sopir yang cepat tanggap berhasil mencegah adanya korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Sopir truk diketahui berhasil melompat keluar dari kabin hanya beberapa saat sebelum api merambat ke ruang kemudi dan menghanguskan seluruh interior kendaraan.
“Fokus kami adalah menyelamatkan nyawa dan mencegah api meluas ke jaringan listrik serta pemukiman, materi bisa dicari, namun keselamatan warga adalah prioritas utama,” aku Aceng.
Baca Juga: Mobil Pengangkut Gas LPG Terbakar di Palabuhanratu Sukabumi, Kerugian Ditaksir Rp350 Juta
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil akibat insiden ini ditaksir mencapai angka yang cukup fantastis, yakni sekitar Rp350 juta. Truk logistik tersebut kini hanya menyisakan rangka besi yang menghitam, sementara ratusan tabung gas yang diangkut ditemukan hangus tak bersisa. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah kebocoran gas disebabkan oleh kerusakan pada segel tabung atau adanya gesekan statis selama perjalanan.
Kejadian ini juga berdampak pada terganggunya jaringan telekomunikasi dan listrik di sebagian wilayah Citarik akibat kabel udara yang meleleh terpapar panas api. Tim teknis dari PLN dan penyedia layanan internet baru bisa melakukan perbaikan setelah area dinyatakan aman oleh tim Damkar pada malam harinya. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting bagi para penyedia jasa transportasi logistik barang berbahaya di wilayah Sukabumi mengenai standar operasional prosedur yang lebih ketat.
Kini, Jalan Raya Citarik telah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan, namun sisa-sisa aspal yang menghitam menjadi saksi bisu kegigihan tim penyelamat dalam menjinakkan si jago merah. Masyarakat sekitar memberikan apresiasi tinggi atas respon cepat petugas yang tiba di lokasi kurang dari sepuluh menit setelah laporan diterima. Keberhasilan ini menambah daftar panjang dedikasi petugas pemadam kebakaran yang selalu siap sedia menghadapi berbagai risiko darurat demi keamanan publik. (*)
The post Aksi Heroik Damkar Sukabumi, Dibalik Insiden Kebakaran Truk Pengangkut Gas LPG di Palabuhanratu first appeared on Inilah Sukabumi.



















