
Sumber: Radar Sukabumi
New York – Wakil Sekjen PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, menyampaikan belasungkawa dan kecaman keras atas serangan yang menewaskan tiga penjaga perdamaian Indonesia di Lebanon. Dalam konferensi pers di Markas PBB, Senin (30/3), Lacroix menegaskan bahwa pasukan perdamaian tidak boleh menjadi sasaran dalam konflik.
Menurut Lacroix, dua prajurit Indonesia tewas ketika sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan, Sektor Timur, sementara dua lainnya terluka. Sehari sebelumnya, seorang prajurit Indonesia meninggal akibat ledakan di dalam pangkalan UNIFIL di Ett Taibe, dengan satu korban lain mengalami luka kritis dan telah dievakuasi ke Beirut.
“Kami mengutuk keras insiden-insiden yang tidak dapat diterima ini. Penjaga perdamaian tidak boleh pernah menjadi sasaran,” tegas Lacroix. Ia menambahkan, UNIFIL sedang melakukan investigasi untuk memastikan penyebab kematian tersebut.
Terkait pelanggaran Resolusi Dewan Keamanan 1701, Lacroix menyoroti adanya serangan lintas Garis Biru serta keberadaan pasukan Israel di Lebanon. “Tidak ada solusi militer. Yang dibutuhkan adalah solusi politik. Kerangka itu sudah ada, yaitu Resolusi 1701, yang sejauh ini masih menjadi komitmen semua pihak,” ujarnya.
The post UNIFIL Kehilangan Tiga Prajurit Indonesia, PBB Tegaskan Investigasi Menyeluruh appeared first on Radar Sukabumi.



















