Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita Utama

16 “Jurus Pamungkas” Mohammad Muraz: Sentilan Pedas di Balik Harmoni HUT ke-112 Kota Sukabumi

×

16 “Jurus Pamungkas” Mohammad Muraz: Sentilan Pedas di Balik Harmoni HUT ke-112 Kota Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

mohammad muraz

SUKABUMI – Suasana khidmat peringatan Hari Jadi Kota Sukabumi ke-112 di Gedung DPRD, Rabu (1/4/2026), mendadak terasa “hangat”. Sosok sesepuh sekaligus Wali Kota Sukabumi periode 2013-2018, Mohammad Muraz, hadir membawa “oleh-oleh” berupa 16 poin harapan rakyat yang disampaikan dengan lugas dan penuh kritik membangun.

Example 300x600

Muraz menyoroti bahwa dibalik tema harmoni yang diusung tahun ini, masih banyak “pekerjaan rumah” (PR) yang membuat masyarakat harus turun ke jalan. Menurutnya, sebuah kepemimpinan yang berhasil adalah yang mampu “memberi sebelum rakyat meminta.”

1. Menyoal Integritas Birokrasi: ASN

Muraz membuka suaranya dengan menyoroti akar masalah banyaknya demonstrasi. Ia mempertanyakan apakah RKPD, RPJMD, hingga APBD sudah benar-benar mengacu pada visi-misi janji politik kampanye?

“Pertanyaannya, apakah ASN yang berkewajiban membantu Walikota sudah menterjemahkan aturan dengan benar? Jangan sampai harmoni dan kolaborasi baru sebatas direncanakan dan dilaksanakan saat HUT Kota Sukabumi ini,” tegas Muraz.

Ia juga menekankan pentingnya The Right Man on The Right Place dalam penempatan jabatan ASN, serta perlunya transparansi dalam sistem reward and punishment.

2. Pendidikan dan Kesehatan: Kembalikan Kejayaan RSUD Al-Mulk

Bernostalgia dengan keberhasilan periode 2015-2018, Muraz mendorong Pemkot untuk kembali menjamin pendidikan gratis total bagi warga tidak mampu, termasuk pemberian perlengkapan sekolah dan ongkos.

Di sektor kesehatan, ia menyentil beban BPJS Mandiri sebesar Rp25.500 yang dinilai berat bagi warga menengah ke bawah.

“Kebijakan RSUD Al-Mulk gratis harus dihidupkan kembali. Itu harapan nyata masyarakat yang saya tangkap,” tambahnya.

3. Ekonomi Makro: Sukabumi Bukan Hanya Soal “Wajah” Jalan

Meskipun kondisi makro ekonomi terlihat baik, Muraz mengingatkan adanya “bom waktu” berupa Gini Rasio yang tinggi dan angka pengangguran terbuka sebesar 8,19%—yang konon merupakan peringkat ke-3 tertinggi di Jawa Barat.

Ia juga mengkritik penataan Jalan Ahmad Yani. Menurutnya, trotoar yang terlalu lebar justru menghambat sirkulasi ekonomi pusat perdagangan.

“Kaji ulang pelebaran Jalan Ahmad Yani. Pusat perdagangan harusnya memudahkan mobilitas ekonomi, bukan malah menyulitkan.” ujarnya

4. Keadilan Pajak: PBB Naik sampai 300%, Rakyat Tercekik?

Salah satu poin paling tajam adalah soal Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Muraz menilai kenaikan PBB yang mencapai 100 hingga 300 persen di wilayah tertentu telah kehilangan rasa keadilan dan melampaui kemampuan bayar warga.

5. Infrastruktur Strategis dan Masa Depan “Kota Kuburan”

Sebagai sosok yang berperan menuntaskan Jalan Lingkar selatan, KRL, hingga Tol Bocimi yang sempat mandeg belasan tahun, Muraz meminta strategi yang aplikatif untuk menarik investor, terutama setelah selesainya Stage 3 Tol Bocimi.

Di sisi lain, ia melontarkan peringatan unik namun krusial mengenai lahan pemakaman.

“Jangan sampai Kota Sukabumi jadi ‘Kota Kuburan’ di masa depan karena lahannya habis. Pemkot harus mulai menyiapkan pengadaan tanah makam dari sekarang di luar kota sukabumi,” katanya.

Daftar 16 Harapan Masyarakat yang dititipkan kepada Mohammad Muraz untuk Sukabumi:

  1. Evaluasi Harmoni: Sinkronisasi kebijakan dengan janji politik.
  2. Pendidikan Gratis: Akses mudah dan bantuan perlengkapan sekolah.
  3. RSUD Al-Mulk: Aktivasi kembali layanan kesehatan gratis.
  4. Kota Hijau: Prioritaskan kebersihan dan keasrian kota.
  5. Investasi Bocimi: Strategi aplikatif pasca-selesainya Stage 3.
  6. Atasi Pengangguran: Solusi nyata untuk angka 8,19%.
  7. Evaluasi Jl. A. Yani: Pelebaran kembali jalan demi ekonomi warga.
  8. Keadilan PBB: Tinjau ulang kenaikan pajak yang mencekik (100-300%).
  9. Profesionalisme ASN: Penempatan jabatan berbasis merit system.
  10. Kesejahteraan PPPK: Gaji jangan di bawah UMK.
  11. Kembalikan Prestasi: Targetkan kembali 10 Besar Nasional LKPPD.
  12. Daya Tarik Kota: Optimalkan peran RSUD Syamsudin dan Perguruan Tinggi.
  13. Gedung Parkir: Kerjasama pihak ketiga untuk urai kemacetan di jalan umum.
  14. Pasar Pelita: Optimalisasi sebagai jantung sejarah dan ekonomi.
  15. Budaya & Religi: Pertahankan event identitas kota.
  16. Lahan Makam: Pengadaan tanah kuburan untuk masa depan.

The post 16 “Jurus Pamungkas” Mohammad Muraz: Sentilan Pedas di Balik Harmoni HUT ke-112 Kota Sukabumi first appeared on Sukabumi Ku.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *