Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaSukabumi

HUT ke-112 Kota Sukabumi, Ayep Zaki: Kini Harmoni, Esok Mandiri

×

HUT ke-112 Kota Sukabumi, Ayep Zaki: Kini Harmoni, Esok Mandiri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


Sumber: Radar Sukabumi

SUKABUMI – Hari ini, 1 April 2026, Kota Sukabumi genap berusia 112 tahun. “Harmoni dalam Kolaborasi Bersama Membangun Kota” adalah tema resmi yang diusung pada hari jadi kali ini.

Example 300x600

Ada banyak cerita yang tergurat. Ada banyak cinta yang terungkap. Dan, ada banyak asa yang tersurat. Semua untuk kota kecil yang bernama Sukabumi ini. “1 April 2026, adalah hari yang harus kita sambut dengan gembira, dibalut dengan syukur, sembari bertafakur. Ya, kita merenung lagi, kita perbaiki yang belum baik dan kita tingkatkan yang sudah baik. Saya mengajak kita semua untuk mencintai Kota Sukabumi,” kata Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dalam wawancara eksklusif kepada Radar Sukabumi bertempat di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (31/3).

Ya, kemarin, serangkaian acara pra-HUT Kota Sukabumi dilaksanakan Ayep Zaki. Mulai dari peresmian logo HUT ke-112 Kota Sukabumi, ziarah ke Taman Makam Pahlawan, Rapat Paripurna, hingga Haflah di Masjid Agung Kota Sukabumi.

Momentum HUT ke-112, Ayep Zaki memiliki andil dalam satu tahun kepemerintahan di Kota Sukabumi. Dia merefleksikannya dengan syukur dan rasa senang. “Saya putra daerah asli Kota Sukabumi. Saya lahir di Sukabumi. Kini, saya diamanahkan menjadi Wali Kota Sukabumi. Ini adalah waktu bagi saya mengimplementasikan ilmu yang saya miliki selama saya menimba ilmu di Kota Sukabumi, paling tidak sejak 1979 sampai 1985. Kemudian juga saya menimba pengalaman juga sejak 1988 sampai 2004,” tutur Ayep Zaki.

Membedah soal makna tagline HUT kali ini. Ayep Zaki mengutip alinea ke-2 Undang-Undang Dasar 45 yaitu ‘bersatu berdaulat adil dan makmur’. Menurut dia, membangun satu kota tanpa ada satu harmonisasi adalah mustahil. Untuk itu, dia mengajak semua komponen untuk bersatu dan berkolaborasi dalam membangun Kota Sukabumi. Salah satu kuncinya adalah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Bicara soal harmonisasi dan kolaborasi, saya menganalogikannya, bahwa semua komponen di Kota Sukabumi harus sama-sama berkontribusi positif dalam pembangunan kota. Misal, anggaran di APBD. Kita lihat, organisasi masyarakat mana yang bisa memberi kontribusi positif untuk pembangunan Kota Sukabumi, harus dikasih anggaran yang sesuai. Baik itu organisasi mahasiswa, organisasi yang melekat dengan pemerintah, organisasi kepemudaan, organisasi agama, termasuk organisasi yang besar yang kalau ada acara apa-apa ikut serta seperti Pramuka dan PMI,” papar Ayep Zaki.

Ayep Zaki memiliki visi besar untuk Kota Sukabumi. Yakni, menjadi daerah terbaik di Indonesia. Entah itu di peringkat 10 besar atau 20 besar dari 514 kabupaten kota se-Indonesia. Visi itu diikhtiarkan terwujud dalam waktu lima tahun menjabat sebagai wali kota.

“Insya Allah, pada 1 April 2029, yang dimana itu hari jadi Kota Sukabumi yang ke-115. Jadi ada waktu 4 tahun dari sekarang. Saya harus menyiapkan betul. Kota Sukabumi bisa mendeklarasikan dirinya menjadi kota yang mandiri. Jadi kota yang mandiri, yang punya kekuatan fiskal yang tidak terlalu membabani APBN. Artinya nanti fiskal kita di atas 50% dari APBD. Tapi juga transper daerahnya jangan dikurangin,” ucap Ayep Zaki.

Beberapa hal utama yang akan dilakukan Ayep Zaki di momen HUT ke-112, menjadikan instrumen birokrasi Kota Sukabumi yang fitrah. Dia ingin memastikan pelaksanaan birokrasi di Kota Sukabumi menjadi bersih dari praktek-praktek yang tidak baik.

“Misalnya, dinas-dinas tidak boleh pinjam uang tanpa sepengetahuan wali kota. Kalau tidak punya uang untuk operasional, bilang ke wali kota. Karena selama ini kalau tidak punya uang selalu pinjam. Tanpa sepengetahuan kepala daerah. Lebih baik kita runding sama-sama dengan saya cari solusinya kalau tidak ada uang seperti apa. Ceuk istilah Sundanya, urang badamikeun,” ujar Ayep Zaki.

Dan poin paling utama yang digarisbawahi Ayep Zaki adalah efisiensi. Pemerintah pusat telah menjadikan efisiensi menjadi isu nasional yang wajib diperhatikan oleh pemerintah daerah seluruh Indonesia. Ayep Zaki pun mengusulkan adanya efisiensi total, bukan parsial. Artinya, tidak hanya perjalanan dinas yang ditargetkan pada kebijakan efisiensi, tetapi indikator lainnya seperti pengadaan barang dan jasa.

“Ya, efisiensi total, bukan parsial. Ini akan saya usulkan ke pemerintah pusat, tentunya harus melalui kajian dulu ya. Saya sudah perintahkan Pak Sekda dan Inspektorat untuk berkonsultasi kepada BPKP maupun BPK,” ungkap Ayep Zaki.

Ayep Zaki mencontohkan maksud dari efisiensi totalitas. Semisal, dalam belanja perjalanan dinas yang harus menggunakan moda transportasi pesawat, sudah tidak lagi menggunakan pihak ketiga, tetapi langsung dari maskapainya. Pun, ketika ingin pengadaan mobil untuk ambulans, Pemkot Sukabumi langsung melakukan transaksi kepada pabrikan mobil.

“Kalau belanja barang dan jasa, umpamanya, 1 tahun Rp200 miliar, kemudian bisa efisiensi 15 persen sampai 20 persen, ini bisa menghemat Rp30 miliar hingga Rp40 miliar. Dengan duit sebesar itu, bisa kita gunakan untuk pembangunan infrastruktur atau pembangunan yang lainnya,”

Ayep Zaki menutup wawancara eksklusif dengan Radar Sukabumi tentang refleksi HUT ke-112 Kota Sukabumi dengan menyebutkan Padang Arafah. Pada tahun 1999 lalu, kenang Ayep Zaki, dia melakukan ibadah haji. Di Padang Arafah, dia memanjatkan doa kepada Allah SWT agar diberikan takdir suatu saat bisa berkontribusi untuk kota kelahirannya yang tercinta, Sukabumi.

“Alhamdulillah, atas izin Allah, doa itu diijabah sekarang. Tahun 1999 saya berdoa di Padang Arafah, dikabulkan di tahun 2025. Saya jadi Wali Kota Sukabumi. Dan saat saya haji itu juga, saya pun berdoa di makamnya Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, di depan hadapan Kakbah. Waktu dulu jamaahnya gak begitu padat. Saya duduk bersila, berdoa, bermohon kepada Allah. Komitmen saya, janji saya, akan mengabdikan hidup saya untuk bangsa Indonesia. Qadarullahnya, sekarang. Makanya saya gak ada kompromi dengan siapapun. Saya kompromi hanya dengan Allah SWT. Dan saya ingin buktikan, paling tidak 5 tahun mudah-mudahan masyarakat Sukabumi juga terus mendukung saya,” pungkas Ayep Zaki. (izo)

The post HUT ke-112 Kota Sukabumi, Ayep Zaki: Kini Harmoni, Esok Mandiri appeared first on Radar Sukabumi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *