Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI – Kota Sukabumi terus menunjukkan tren positif dalam pembangunan, terutama di sektor ekonomi kreatif. Hal ini ditandai dengan meningkatnya Indeks Kota Kreatif yang mencapai 88,53 pada 2026, naik dari 87,86 pada tahun sebelumnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyebut capaian tersebut sebagai bukti potensi besar Sukabumi untuk berkembang sebagai kota kreatif.
“Tak hanya sektor kreatif, berbagai indikator pembangunan lainnya juga menunjukkan kemajuan. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 7 persen pada 2024 menjadi kisaran 6,35–7,02 persen pada 2025, dan ditargetkan turun menjadi 6 persen pada 2026,” ujarnya dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Sukabumi, Rabu (1/4), bertepatan dengan HUT ke-112 Kota Sukabumi.
Tingkat pengangguran terbuka juga relatif terkendali di angka 8 persen pada 2024, dengan rentang 7,84–8,54 persen pada 2025, dan ditargetkan tetap stabil di angka 8 persen pada 2026. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 77,69 pada 2024 menjadi 78,19 di 2025, dan kembali naik menjadi 78,31 di 2026. Indeks Pendidikan pun terus membaik dari 72,43 menjadi 74,41 dalam tiga tahun terakhir.
Kemajuan ini turut tercermin dalam peningkatan Indeks Kota Layak Huni, yang menunjukkan kualitas hidup masyarakat semakin baik. Mantan Wali Kota Sukabumi periode 2013–2018, Mohamad Muraz, menekankan pentingnya konsistensi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, serta keberlanjutan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti bantuan pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
The post Indeks Kreatif Naik, Kota Sukabumi Kian Berdaya Saing appeared first on Radar Sukabumi.















