SUKABUMI – Aksi demonstrasi digelar Ikatan Mahasiswa i Kota Sukabumi diketahui telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait polemik tersebut.
Permintaan maaf disampaikan langsung kepada pengurus Muhammadiyah serta jemaah yang melaksanakan Salat Id di Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), juga melalui akun resminya.
IMM menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga ada kejelasan sikap dari pemerintah daerah.
“Kami pastikan gerakan ini tidak akan berhenti. Kami akan kembali mempertanyakan tanggung jawab wali kota dan sekda,” pungkas Diki.
Baca Juga: Sampah Membludak Pasca Libur Lebaran, Pemkab Sukabumi Kerahkan 400 Personel Bersihkan Jalur Wisata
Ketua PC IMM Sukabumi Raya, Diki Agustina, menyebut aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap Pemerintah Kota Sukabumi.
“Ini bagian dari perjuangan kami. Muhammadiyah sudah mengajukan permohonan penggunaan Lapang Merdeka untuk Salat Id 20 Maret lalu, tetapi ditolak oleh wali kota,” ujarnya.
Menurut Diki, penolakan tersebut bukan kali pertama terjadi. Ia menilai pemerintah daerah tidak belajar dari kejadian serupa di masa lalu.
“Hal seperti ini pernah terjadi sebelumnya. Kami melihat Pemkot tidak belajar dari persoalan yang sudah-sudah,” katanya.
Baca Juga: 28 Koperasi Merah Putih Tuntas Dibangun, Pemkab Sukabumi Kejar Target Penyelesaian
Ia juga menyinggung hasil dialog antara pihak Muhammadiyah dengan pemerintah kota yang dinilai belum memberikan solusi konkret.
“Saat pertemuan, pernyataan dari wali kota dan sekda terkesan normatif dan mencari aman. Apa yang kami sampaikan tidak ditindaklanjuti,” ucapnya.
IMM juga mempertanyakan kebijakan penggunaan Lapang Merdeka yang dinilai tidak konsisten. Diki menilai kegiatan hiburan kerap diizinkan, sementara kegiatan ibadah justru ditolak.
“Beberapa waktu lalu ada kegiatan hiburan dan seremonial di sana. Tapi ketika untuk ibadah, justru tidak diperbolehkan. Ini yang kami pertanyakan,” tegasnya.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Selatan Sukabumi, Tidak Berpotensi Tsunami
Ia bahkan menilai ada unsur subjektivitas dalam penerapan Peraturan Wali Kota terkait penggunaan Lapang Merdeka.
“Perwal ini seolah tergantung keputusan wali kota, bukan aturan yang konsisten dijalankan,” tambahnya.
Dalam aksi tersebut, massa juga meminta Wali Kota Sukabumi hadir langsung untuk memberikan penjelasan. Namun hingga aksi berakhir sekitar pukul 18.00 WIB, wali kota tidak terlihat di lokasi.
“Kami ingin wali kota hadir agar bisa menjelaskan langsung. Tapi hari ini tidak ada, kami nilai ini bentuk ketidakbertanggungjawaban,” ujarnya.
Baca Juga: Jalan Rusak di Kota Sukabumi Telan Korban, Warga Desak Perbaikan Segera
Meski demikian, sebelumnya Wali Kota Sukabumi diketahui telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait polemik tersebut.
Permintaan maaf disampaikan langsung kepada pengurus Muhammadiyah serta jemaah yang melaksanakan Salat Id di Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), juga melalui akun resminya.
IMM menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga ada kejelasan sikap dari pemerintah daerah.
“Kami pastikan gerakan ini tidak akan berhenti. Kami akan kembali mempertanyakan tanggung jawab wali kota dan sekda,” pungkas Diki.
The post Mahasiswa Muhammadiyah Geruduk Kantor Ayep Zaki, Polemik Lapdek Memanas Lagi first appeared on Sukabumi Ku.











