Sumber: Radar Sukabumi
NEW YORK – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan kutukan keras atas insiden ledakan yang menewaskan tiga penjaga perdamaian Indonesia dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Ledakan terjadi di salah satu posisi UNIFIL pada 29 Maret, disusul serangan terhadap konvoi logistik sehari kemudian. Lima personel lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah insiden serupa juga berdampak pada posisi UNIFIL dan melukai personelnya di tengah berlanjutnya permusuhan di sepanjang Garis Biru.
Para anggota Dewan Keamanan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban, pemerintah Indonesia, serta PBB. Mereka juga mendoakan pemulihan cepat bagi para korban yang terluka, sekaligus memberikan penghormatan atas dedikasi seluruh penjaga perdamaian yang mempertaruhkan nyawa demi perdamaian dan keamanan internasional.
Dewan Keamanan menegaskan kembali dukungan penuh terhadap UNIFIL dan mendesak semua pihak mengambil langkah yang diperlukan untuk menghormati keselamatan personel, fasilitas, serta kebebasan bergerak misi tersebut sesuai hukum internasional. Mereka mengingatkan bahwa pasukan perdamaian tidak boleh menjadi sasaran serangan.
The post DK PBB: Penjaga Perdamaian Tidak Boleh Jadi Sasaran Serangan appeared first on Radar Sukabumi.











