Sumber: Radar Sukabumi
BANDUNG – Program padat karya yang dilaksanakan Dinas Ketenagakerjaan (Disnake) Kota Bandung, sebagai bagian upaya untuk meningkatkan kesempatan kerja, juga membantu perekonomian masyarakat. Pihak Disnaker pun kini terus memperluas program tersebut.
Berdasarkan catatan, bahwa sepanjang 2025, program padat karya tersebut ditargetkan mampu menyerap sebanyak 4.600 warga yang akan ditempatkan di 92 titik lokasi di berbagai wilayah di Kota Bandung. Termasuk adanya rencana penyesuaian program yang mencakup 1.500 peserta di 30 titik lokasi.
Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana menyampaikan, bahwa program padat karya merupakan salah satu strategi untuk membuka lapangan kerja sementara bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan.
Menurut ia program ini terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2023, program padat karya menyasar 1.840 orang di 46 titik lokasi. Jumlah tersebut meningkat pada 2024 menjadi 4.450 orang di 89 titik lokasi.
Selain itu, program padat karya juga mencakup kegiatan pelatihan, termasuk pelatihan pengolahan sampah yang telah diikuti oleh 654 orang sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.
Dikatakannya, pelaksanaan padat karya tidak hanya berfokus pada penyerapan tenaga kerja, tetapi untuk mendorong pemberdayaan bagi masyarakat dalam menata lingkungan sekitarnya.
“Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini antara lain untuk meningkatkan perluasan kesempatan kerja, dan memberdayakan warga masyarakat yang tidak bekerja, bisa memberikan penghasilan serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya,” tutur Yayan.
Program padat karya terbuka bagi warga ber-KTP Kota Bandung, baik disabilitas maupun non-disabilitas, dengan rentang usia 17 hingga 50 tahun. Peserta juga diprioritaskan bagi masyarakat yang belum bekerja dan terdaftar dalam data sosial ekonomi nasional (DTSEN).
Kegiatan padat karya ini berlangsung selama 10 hari kerja, dengan durasi 8 jam per hari. Peserta pun mendapatkan fasilitas berupa makan siang dan snack, serta dipinjami peralatan kerja seperti cangkul dan perlengkapan kerja lainnya.
Setelah menyelesaikan kegiatan, peserta akan menerima insentif atau upah kerja, mendapatkan perlindungan melalui kepesertaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, jelasnya. (Ron/Hms)
The post Program Padat Karya Disnaker Kota Bandung: Membuka Lapangan Kerja Sementara appeared first on Radar Sukabumi.











