Sumber: Radar Sukabumi
PALABUHANRATU — Kenaikan harga plastik secara tiba-tiba di Pasar Semi Modern Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, membuat pedagang kebingungan. Lonjakan yang mulai terasa sejak akhir Maret 2026 ini terjadi serentak pada hampir semua jenis plastik.
Salah seorang pedagang, Ahmad Suhaemi, mengaku terkejut saat mengetahui harga plastik yang biasa ia beli mendadak naik tajam tanpa pemberitahuan. “Awalnya saya sempat komplain, kenapa harganya naik. Setelah dicek, ternyata semua jenis plastik naik,” ujarnya.
Ahmad menyebut, kenaikan terjadi dalam waktu singkat dan cukup signifikan. Produk yang sebelumnya dijual Rp35 ribu melonjak menjadi Rp48 ribu. Plastik ukuran 30 naik dari Rp195 ribu menjadi Rp225 ribu, sementara plastik kraft dan styrofoam juga ikut merangkak.
Tak hanya plastik, bahan pembungkus lain seperti kertas nasi juga ikut naik. Kondisi ini memberatkan pedagang, terutama penjual makanan, karena kebutuhan pembungkus sangat vital. “Banyak pembeli keberatan, bahkan ada yang batal beli. Biasanya Rp8 ribu, sekarang jadi Rp12 ribu,” kata Ahmad.
Koordinator UPTD Pasar Semi Modern Palabuhanratu, Uus Heryanto, menjelaskan kenaikan dipicu meningkatnya harga bahan baku plastik di tingkat hulu. Plastik AP naik dari Rp38 ribu menjadi Rp58 ribu/kg, PP dari Rp35 ribu menjadi Rp55 ribu/kg, dan PE dari Rp35 ribu menjadi Rp53 ribu/kg.
“Kenaikan ini berdampak langsung pada harga jual di pasaran. Untuk kantong plastik rata-rata naik hingga 50 persen,” jelasnya.
Meski harga terus naik, pedagang masih bergantung pada plastik karena belum ada alternatif pengganti yang praktis dan terjangkau. Uus mengimbau masyarakat mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan membawa tas belanja atau keranjang sendiri.
Lonjakan harga plastik ini menjadi tantangan baru bagi pelaku usaha kecil di pasar tradisional. Mereka harus memutar otak agar tetap bertahan di tengah meningkatnya biaya operasional, tanpa kehilangan pelanggan.(ndi/d)
The post Harga Plastik Melonjak Drastis, Pedagang Palabuhanratu Kelimpungan appeared first on Radar Sukabumi.

















