INILAHSUKABUMI.COM – Kabar bahagia datang dari belantara hutan hujan tropis Jawa Barat. Seekor anak Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) dilaporkan baru saja menetas di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Kabupaten Sukabumi.
Kelahiran penghuni baru ini seolah menjadi angin segar bagi upaya konservasi satwa yang menjadi simbol identitas bangsa Indonesia.
Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut), Rohmat Marzuki, yang tengah melakukan kunjungan kerja di Balai TNGHS, Kecamatan Kabandungan, Selasa (7/4/2026), secara khusus memberikan nama bagi sang elang muda, Garda Nusantara.
“Garda artinya pengawal atau penjaga. Harapannya, Elang Jawa ‘Garda Nusantara’ ini bisa menjadi penjaga alam hutan Indonesia melalui angkasa,” ungkap Rohmat kepada wartawan di sela-sela kegiatannya.
Simbol Kesehatan Ekosistem
Rohmat mengatakan bahwa Elang Jawa bukan sekadar satwa predator biasa. Sebagai representasi nyata dari lambang negara, Burung Garuda, keberadaannya merupakan indikator vital bagi kesehatan ekosistem hutan di Pulau Jawa yang kini kian menyusut.
“Elang Jawa adalah predator kunci. Mereka membutuhkan pohon-pohon tinggi di pegunungan untuk bersarang. TNGHS adalah salah satu habitat krusial yang harus kita jaga bersama,” kata dia.
Baca juga : Viral di Medsos, Hutan di kawasan Gunung Salak Sukabumi Dirusa
Berdasarkan data kementerian, meski tutupan hutan di Pulau Jawa kini berada di bawah 30 persen, tren populasi Elang Jawa menunjukkan grafik positif.
“Populasinya meningkat di seluruh Jawa. Dengan penguatan perlindungan di kawasan TNGHS, kita optimistis semakin banyak individu yang bersarang dan berkembang biak di sini,” tambah Rohmat.
Populasi di Halimun Salak
Sementara itu, Pengendali Ekosistem Hutan TNGHS, Wardi Septiana, menjelaskan data terkini mengenai persebaran burung pemangsa tersebut. Saat ini, tercatat ada sekitar 58 individu Elang Jawa yang mendiami habitat seluas 36.000 hektar di kawasan Halimun Salak.
Pihak Balai TNGHS pun secara rutin melakukan pengawasan ketat terhadap titik-titik krusial yang menjadi lokasi perkembangbiakan.
“Kami secara rutin memonitor 10 sarang aktif setiap tahunnya. Tersebar di kawasan Gunung Salak dan bagian Halimun,” jelas Wardi.
Baca juga : FK3I Kecewa ke BBKSDA Jabar, Hasil Penelitian Rambut Harimau di Sukabumi Tak Jelas
Mengenai sosok “Garda Nusantara”, Wardi menyebutkan bahwa elang mungil tersebut saat ini dalam kondisi sehat dan terus dalam pantauan tim lapangan.
“Salah satunya adalah sarang yang baru saja menetas, usianya sekitar dua minggu, yang tadi diberi nama Garda Nusantara oleh Pak Wamen,” tutur dia.
Pengamanan ‘Smart Patrol‘
Untuk menjamin keamanan habitat dari tangan-tangan jahil dan aktivitas ilegal, pihak TNGHS telah menerapkan sistem pengamanan modern berbasis teknologi yang disebut Smart Patrol.
Langkah ini diambil mengingat pohon tempat bersarang Elang Jawa seringkali menjadi sasaran gangguan manusia.
“Setiap resort pengelolaan melakukan monitoring rutin mingguan. Fokus utama kami adalah menjaga pohon sarang agar tidak terganggu oleh aktivitas ilegal. Monitoring intensif ini sudah kami lakukan sejak 2015,” ujar Wardi.
Hadirnya Garda Nusantara diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat, khususnya di Sukabumi dan Bogor, untuk
semakin peduli terhadap kelestarian hutan yang menjadi benteng terakhir bagi sang “Garuda” di tanah Jawa.
Redaktur : Budiyanto
The post Bayi ‘Garuda’ Lahir di Sukabumi, Wamenhut Rohmat Marzuki Beri Nama Garda Nusantara first appeared on Inilah Sukabumi.











