SUKABUMI — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Ciemas untuk sementara waktu resmi ditunda. Keputusan ini diumumkan langsung oleh manajemen sekolah melalui surat edaran bernomor 043/TU.01.02/SMANSAC yang diunggah di akun Facebook resmi sekolah, Selasa (7/4/2026).
Penundaan ini bukan tanpa alasan. Pihak sekolah menilai masih terdapat kendala krusial terkait teknis distribusi makanan yang hingga kini belum menemukan titik temu dengan pihak penyedia jasa.
Dalam keterangannya, manajemen sekolah menegaskan bahwa selama ini proses pembagian makanan justru membebani guru dan staf. Padahal, tugas tersebut dinilai berada di luar Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) tenaga pendidik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
“Kami ingin guru tetap fokus pada kegiatan belajar mengajar, bukan disibukkan dengan urusan teknis distribusi makanan,” demikian pernyataan resmi sekolah.
Baca Juga: Waspada! Hoaks Penipuan Catut Nama Pejabat DPPKB Sukabumi Beredar
Selain soal beban kerja, sekolah juga mempertimbangkan aspek perlindungan profesi. Kekhawatiran akan potensi kesalahpahaman hingga tudingan terkait transparansi distribusi makanan menjadi salah satu alasan kuat di balik kebijakan ini.
Sebelumnya, SMAN 1 Ciemas telah mengajukan permohonan kepada pihak penyedia, SPPG Al-Mubarokah, agar menyediakan petugas khusus untuk menangani pembagian makanan langsung kepada siswa. Namun, permintaan tersebut belum dapat dipenuhi.
Dalam surat balasan tertanggal 31 Maret 2026, pihak SPPG menyampaikan bahwa mekanisme distribusi harus tetap mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, sehingga belum memungkinkan adanya perubahan skema di lapangan.
Baca Juga: Hiswana Migas Sukabumi Nyatakan Perang Lawan Mafia BBM Subsidi Yang Rampas Hak Rakyat Kecil
Kondisi ini membuat program MBG di sekolah tersebut terpaksa dihentikan sementara hingga ditemukan solusi yang lebih ideal dan tidak bertentangan dengan peran masing-masing pihak.
Meski demikian, pihak sekolah menegaskan tetap mendukung penuh program pemerintah tersebut, terutama dalam aspek pengawasan dan koordinasi. Namun, kualitas proses belajar mengajar tetap menjadi prioritas utama.
Situasi ini pun memunculkan sorotan terkait perlunya kejelasan regulasi dan pembagian tugas dalam implementasi program strategis nasional. Tanpa kesepahaman teknis di lapangan, program yang bertujuan meningkatkan gizi siswa ini berisiko tidak berjalan optimal.
Ke depan, diharapkan adanya komunikasi dan solusi bersama antara sekolah dan pihak penyedia, agar program MBG dapat kembali berjalan tanpa mengorbankan fungsi utama tenaga pendidik.
The post MBG di SMAN 1 Ciemas Ditunda, Sekolah Pilih Fokus pada Pembelajaran first appeared on Sukabumi Ku.



















