Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI – Kondisi keuangan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi hingga akhir triwulan pertama 2026 masih terjaga. Data Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) mencatat, saldo kas daerah per 31 Maret 2026 mencapai Rp47.930.921.482 atau Rp47,9 miliar.
Kepala Bidang Akuntansi BPKPD Kota Sukabumi, Nurul Leila, menjelaskan total pendapatan daerah hingga Maret 2026 sebesar Rp308.005.470.053. Pendapatan tersebut terdiri dari dana transfer pemerintah pusat Rp184.999.758.749 dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp29.589.528.828.
“Capaian PAD triwulan pertama ini naik 11,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini menunjukkan kinerja penerimaan daerah cukup baik, sekaligus menjadi sinyal positif terhadap geliat ekonomi dan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban daerah,” jelas Nurul, Jumat (10/4).
Di sisi lain, hingga 31 Maret 2026, belanja daerah mencapai Rp280.620.764.292. Belanja terbesar terserap untuk kebutuhan pegawai Rp135.954.457.468, belanja barang dan jasa Rp127.889.301.906, belanja hibah Rp11.796.830.000, serta belanja modal Rp4.980.174.918.
“Besarnya belanja di awal tahun menunjukkan roda pemerintahan dan pelayanan publik berjalan aktif,” ujarnya.
Meski belanja cukup besar, saldo kas daerah yang masih menyentuh Rp47,9 miliar menjadi sinyal bahwa pengelolaan fiskal Kota Sukabumi tetap sehat. Anggaran digunakan untuk mendukung operasional perangkat daerah, layanan masyarakat, program prioritas, hingga pembangunan infrastruktur.
The post PAD Kota Sukabumi Meningkat, Saldo Kas Sentuh Rp47,9 Miliar appeared first on Radar Sukabumi.







