Sumber: Radar Sukabumi
JAKARTA – Pengadaan 25 ribu unit motor listrik untuk operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena jumlahnya yang fantastis, tetapi juga kecepatan produksinya yang dinilai luar biasa.
Dalam waktu sekitar 11 bulan, sebanyak 21.801 unit motor listrik merek Emmo sudah siap digunakan. Motor ini diproduksi oleh PT Yasa Artha Trimanunggal dengan dua tipe utama, yakni skuter dan trail.
Namun, di balik proyek ambisius ini, muncul isu yang membuat heboh jagat media sosial. Beredar dugaan bahwa sebagian besar komponen motor listrik tersebut diimpor dari China, lalu dirakit di Indonesia sebelum diberi label merek lokal alias white labeling.
Skema ini disebut-sebut membuat proses produksi bisa melaju sangat cepat. Komponen datang dalam bentuk jadi, lalu dirakit layaknya menyusun Lego—mulai dari pemasangan ban, penyambungan kabel, hingga finishing dengan stiker merek Emmo.
Secara aturan, produk yang dirakit di dalam negeri memang bisa masuk kategori produk dalam negeri, apalagi jika memenuhi syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Dalam data e-katalog pemerintah, motor Emmo tercatat memiliki kandungan lokal sekitar 48,5 persen.
The post 25 Ribu Motor Listrik MBG, Benarkah Cuma Rakit Komponen China? appeared first on Radar Sukabumi.



















