Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaSukabumi

Polemik Hibah KNPI Kota Sukabumi Memanas

×

Polemik Hibah KNPI Kota Sukabumi Memanas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sumber: Radar Sukabumi

SUKABUMI — Polemik dana hibah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Sukabumi memanas. KNPI mendesak Pemerintah Kota Sukabumi bersikap tegas, adil, dan tidak memicu konflik di tengah dinamika kepemudaan.

Example 300x600

Desakan itu mencuat dalam audiensi antara KNPI Kota Sukabumi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Kamis (16/4/2026) malam. Pertemuan tersebut menjadi forum kritis yang menyoroti sikap pemerintah daerah dalam menghadapi dualisme kepengurusan KNPI.

Wakil Ketua KNPI Kota Sukabumi periode 2025–2028, Abu Jibril Alkosam, menegaskan dinamika internal organisasi adalah hal lumrah. Namun, ia menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai tidak netral. “Seharusnya pemerintah hadir sebagai orang tua yang adil bagi seluruh pemuda,” ujarnya.

Menurutnya, ketidaknetralan pemerintah berpotensi memperkeruh situasi. Ia mengingatkan agar pemerintah tidak terjebak dalam pola kebijakan yang justru memecah belah. “Kalau tujuannya kondusivitas dan penyatuan, jangan sampai pemerintah terkesan memihak. Jangan gunakan pola ‘belah bambu’ yang bisa memantik konflik,” katanya.

Isu krusial yang disorot adalah pencairan dana hibah KNPI di tengah kondisi kepengurusan ganda. KNPI mempertanyakan dasar kebijakan tersebut. “Ketidakadilan terlihat jelas dari pencairan setengah dana hibah kepada salah satu kubu. Padahal status kepengurusan belum jelas. Ini berpotensi menimbulkan masalah hukum,” ungkap Abu Jibril.

Ia juga menyinggung dugaan pencairan berulang kali pada periode sebelumnya yang dinilai perlu dijelaskan secara transparan. “Publik berhak tahu,” tegasnya.

The post Polemik Hibah KNPI Kota Sukabumi Memanas appeared first on Radar Sukabumi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *