INILAHSUKABUMI.COM – Momentum peringatan Hari Jadi Kota Sukabumi ke-112 yang jatuh pada 1 April 2026 lalu menyisakan “kado pahit” bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi.
Alih-alih pujian, balai kota justru digeruduk massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Sukabumi, Kamis (23/4/2026) sore.
Membawa spanduk bertuliskan “112 th Kota, Evaluasi Bukan Seremoni,” para demonstran mengepung pintu masuk Balai Kota sekitar pukul 15.00 WIB.
Mereka menilai perayaan hari jadi selama ini hanya sekadar rutinitas tanpa menyentuh substansi permasalahan rakyat yang kian karut-marut.
Baca juga : Lautan Massa Padati Karnaval Budaya HUT ke-112 Sukabumi Bangkitkan Marwah ‘Kota Kreatif’
Soroti “Gunung Sampah” Cikundul dan 11 Tuntutan Rakyat
Ketua PC PMII Kota Sukabumi, Fahmi Fauzi, menegaskan bahwa Pemkot Sukabumi tidak boleh menutup mata terhadap tumpukan masalah yang ada. Pihaknya membawa 11 tuntutan pokok dan dua tuntutan mendesak yang harus segera diselesaikan.
”Momentum 112 tahun ini harusnya jadi titik evaluasi serius, bukan sekadar seremoni. Kami menuntut Pemkot segera menuntaskan persoalan penggunungan sampah di TPA Cikundul yang sudah darurat, perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH), hingga perbaikan infrastruktur yang dikeluhkan warga,” tegas Fahmi di sela-sela aksi.
Tak hanya soal lingkungan, PMII juga membongkar raport merah sektor lainnya, di antaranya, persoalan ekonomi yaitu UMKM lokal yang kian tercekik ekspansi waralaba.
Masalah sosial, minimnya hunian layak (rumah susun) dan ruang aman bagi perempuan. Juga masalah fasilitas pendidikan yang kusam hingga nasib kesejahteraan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Termasuk tata kelola parkir yang amburadul dan maraknya pungli.
Kritik RPJMD dan Ketimpangan Wilayah Pinggiran
Fahmi juga menguliti arah kebijakan pembangunan yang tertuang dalam Musrenbang RPJMD 2025–2029. Ia menilai lima prioritas pembangunan, mulai dari peningkatan PAD hingga inklusivitas, masih sekadar angka di atas kertas yang belum dirasakan warga pinggiran kota.
Baca juga : Anggaran Diplomatic Forum 2026 ? Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki : Saya Pertanggungjawabkan
”Masyarakat di pinggiran justru menghadapi persoalan baru yang terus muncul tanpa solusi konkret. Pelayanan publik harus diperbaiki total agar rakyat merasa punya pemerintah,” tambah dia.
Gagal Temui Wali Kota
Ketegangan sempat terjadi saat massa mendesak bertemu langsung dengan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki. Namun, setelah melakukan audiensi cukup alot, para demonstran akhirnya diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi.
Aksi berakhir dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, namun mahasiswa berjanji akan kembali turun ke jalan jika 11 tuntutan mereka hanya berakhir di meja diskusi tanpa ada eksekusi nyata.
Redaktur : Budiyanto
The post HUT ke-112 Kota Sukabumi Diguncang Demonstrasi, PMII: Sindir Pemkot Hanya Sibuk Seremoni ! first appeared on Inilah Sukabumi.



















