Sumber: Radar Sukabumi
JAMPANGTENGAH – Ironi infrastruktur kembali mencuat di selatan Kabupaten Sukabumi. Jalan rusak parah memaksa warga Kampung Cidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, menandu seorang pasien kritis sejauh satu kilometer menggunakan sarung dan bambu pada Sabtu (25/04).
Aksi dramatis ini dilakukan karena ambulans desa tak mampu menjangkau permukiman. Medan jalan dipenuhi lumpur pekat dan bebatuan tajam, membuat kendaraan roda empat mustahil melintas. Warga harus berjalan kaki hampir satu jam demi menyelamatkan nyawa pasien.
“Setiap ada warga sakit parah, skenarionya selalu sama: harus ditandu. Ambulans tidak bisa masuk karena jalannya rusak parah,” ungkap Den Galih (25), warga Tanjungsari, Senin (27/04).
Kerusakan jalur kabupaten yang menghubungkan Desa Tanjungsari dan Desa Bojongtipar mencapai 10 kilometer. Ironisnya, proyek pengaspalan sepanjang 200 meter yang pernah dilakukan justru hancur dalam hitungan bulan, diduga akibat kualitas pengerjaan buruk. “Di Kampung Cidahu malah belum pernah tersentuh aspal sama sekali. Kalau hujan jadi kubangan lumpur, kalau kemarau penuh debu dan batu,” tambahnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kabag TU UPTD PU Jampangtengah, Robi Ferdian, menyebut pemerintah telah menyiapkan dua paket rekonstruksi tahun ini. Pembangunan akan dilakukan bertahap, dimulai dari titik nol sesuai kesepakatan desa dan kecamatan. “Ke depan, ruas Leuwi Liang–Bojongtipar akan kami usulkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat maupun Bantuan Provinsi (Banprov),” pungkasnya.(den/d)
The post Ironi Infrastruktur Kabupaten Sukabumi: Warga Tanjungsari Menandu Pasien Sejauh 1 Km appeared first on Radar Sukabumi.















