JAKARTA – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terus melakukan upaya evakuasi terhadap korban yang masih terjebak di lokasi kejadian dengan mengerahkan personel khusus dan operasi tanpa henti. Tabrakan Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur masih terus berlangsung.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan secara intensif dengan melibatkan tim yang memiliki kemampuan khusus untuk menangani kondisi darurat di lapangan.
“Operasi yang kita laksanakan sejak awal kejadian hingga saat ini dilakukan secara nonstop, tanpa jeda, dengan mengerahkan personel yang memiliki keahlian khusus,” ujar Mohammad Syafii saat Press release yang dikutip dari live Tv One, Selasa (28/06/2026).
BACA JUGA: Reshuffle Kabinet: Menteri Lingkungan Hidup Berganti, Enam Pejabat Baru Dilantik
Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat sejumlah korban yang berada dalam kondisi terjepit material. Tim penyelamat terus berupaya melakukan evakuasi secara hati-hati dan terukur agar korban dapat diselamatkan dalam kondisi hidup.
“Kami sangat berharap korban yang masih terjebak dapat segera dievakuasi dalam kondisi selamat, meskipun saat ini posisinya masih berada di bawah himpitan material,” katanya.
Basarnas juga memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara terbuka dan profesional. Pergantian personel dilakukan secara bergantian agar operasi penyelamatan tetap berjalan optimal tanpa mengurangi kualitas penanganan.
Ia pun mengajak masyarakat untuk turut mendoakan kelancaran proses evakuasi yang tengah berlangsung.
“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar upaya evakuasi berjalan lancar dan korban dapat diselamatkan dalam kondisi terbaik,” ujarnya.
Selain itu, Basarnas meminta dukungan media untuk menyampaikan informasi secara akurat kepada publik agar situasi tetap kondusif.
The post Basarnas Lakukan Operasi Nonstop, Harapkan Korban Terjebak Material Dapat Dievakuasi Selamat first appeared on Sukabumi Ku.













