Sumber: Radar Sukabumi
BEKASI – Insiden tabrakan Kereta Api (KA) jarak jauh antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line, yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Senin, malam (27/4) lalu, masih menyisakan duka mendalam.
Berdasarkan informasi, hingga Rabu (29/4), jumlah korban yang meninggal dunia sebanyak 16 orang dan 88 orang mengalami cidera dan telah dirawat di beberapa Rumah Sakit (RS) di Bekasi.
Hingga saat ini belum diperoleh informasi pasti penyebab terjadinya tabrakan KA tersebut. Namun para pihak terkait (khususnya) tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terus melakukan investigasi dilokasi kejadian.
Sementara itu, mendengar kesaksian dari Asisten masinis KA Argo Bromo Anggrek soal kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4) itu, soal persinyalan menjadi hal yang paling krusial untuk diinvestigasi.
Dalam rekaman video yang di unggah di Medsos akun X (Twitter), Asisten masinis itu menuturkan ada kemungkinan error pada lampu sinyal. Menurutnya, saat KA Argo Bromo Anggrek melintas Stasiun Bekasi, lampu sinyal menyala hijau.
“Namun lampu sinyal berikutnya menyala merah,” ucapnya dilansir dari akun “X” @txttransportasi, pada Rabu (29/4/2026).
Lebih lanjut diceritakan, bahwa di dalam sistem persinyalan Kereta Api blok terbuka, seharusnya lampu sinyal di Stasiun Bekasi menyala kuning, jika lampu sinyal berikutnya menyala merah.
“Artinya, lampu sinyal kuning memberi indikator kepada masinis untuk menurunkan kecepatan KA, karena sinyal berikutnya menyala merah (indikator tidak aman),” tuturnya.
Lalu, kenapa saat kejadian lampu sinyal di Stasiun Bekasi menyala hijau?. Hal ini menjadi pertanyaan dan membuat KA Argo Bromo Anggrek melaju dengan kecepatan tinggi yakni 100 km/jam saat melintasi Stasiun Bekasi arah Cikarang.
“Sempat menghubungi PK (Pusat Kendali), namun tidak keburu untuk menerima informasi,” kata asisten masinis.
Sedangkan dirangkum dalam rekaman video lain, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, ia menyatakan kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur diduga bermula temperan (tabrakan) dengan taksi di perlintasan JPL85, hingga menyebabkan gangguan sistem perkeretaapian. (Ron/*)
The post Kesaksian Asisten Masinis KA Argo Bromo Anggrek Soal Kecelakaan di Bekasi Timur appeared first on Radar Sukabumi.

















