SUKABUMI – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov) melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) mendorong pengembangan ekosistem gastronomi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kuliner Sunda di tingkat global.
Dilansir dari jabar.tribunnews upaya tersebut diperkuat melalui kerja sama antara Disparbud Jawa Barat dan Bumi Aki Heritage yang disaksikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI sebagai bagian dari strategi pengembangan pariwisata berbasis kuliner.
Kepala Disparbud Jawa Barat, Iendra Sofyan, mengatakan pendekatan gastronomi dinilai penting dalam meningkatkan nilai jual kuliner Sunda.
Baca Juga : Resep Bakwan Kangkung Ala Sukabumi, Renyah dan Mudah Dibuat
Menurut dia, wisata kuliner saat ini tidak hanya soal cita rasa makanan, tetapi juga pengalaman budaya yang menyeluruh.
“Wisatawan harus merasakan cerita, bentuk, rasa, hingga proses memasak. Gastronomi itu pengalaman multisensori,” ujar Iendra, Sabtu (2/5/2026), dikutip dari Tribun Jabar.
Ia mengatakan, Pemprov Jawa Barat tengah menyiapkan berbagai instrumen pendukung, mulai dari regulasi hingga peningkatan kapasitas pelaku usaha dan UMKM agar mampu beradaptasi dengan konsep wisata gastronomi.
Baca Juga : Resep Telur Geprek Ala Sukabumi, Pedas Gurih dan Mudah Dibuat di Rumah
Sementara itu, CEO Bumi Aki Heritage, Anisha Desiliana Resti, menilai kuliner Sunda memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar internasional.
Menurut dia, sejumlah makanan khas Sunda dinilai layak diperkenalkan lebih luas ke mancanegara.
“Di bandara dunia kita lihat sushi atau nasi lemak. Padahal Sunda punya banyak menu khas yang bisa diangkat ke global,” ujar Anisha.
Baca Juga : Resep Es Krim Kacang Merah ala Sukabumi, Legit dan Creamy untuk Camilan di Rumah
Ia menyebut sejumlah menu seperti seblak, empal gentong, dan karedok memiliki peluang besar untuk dikenal di pasar internasional, tidak hanya dari sisi cita rasa tetapi juga kandungan gizinya.
Anisha mengatakan, promosi kuliner Sunda mulai menunjukkan hasil dengan meningkatnya minat wisatawan mancanegara dari sejumlah negara, seperti Malaysia, India, Singapura, hingga Jepang.
“Ternyata lidah mereka cocok juga dengan kuliner kita,” katanya.
Dukungan terhadap pengembangan gastronomi juga disampaikan Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf RI, Rizky Handayani Mustafa.
Baca Juga : Wisata Kuliner Seafood di Pusat Kota Sukabumi: Nikmati Lezatnya Hidangan Laut di Rumah Makan Suka Seafood
Ia mengatakan, gastronomi menjadi salah satu program prioritas nasional dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Kita dorong paket wisata kuliner yang terintegrasi, dari pagi hingga malam, sehingga wisatawan mendapatkan pengalaman lengkap,” ujar Rizky.
Menurut dia, kekuatan utama wisata gastronomi terletak pada narasi atau storytelling yang dapat memperkuat identitas budaya dalam setiap sajian kuliner.
Baca Juga : Resep Bakmi Ayam Ala Sukabumi, Gurih Alami dari Ayam Kampung Muda
Meski demikian, Rizky menilai Jawa Barat masih menghadapi tantangan dalam menentukan ikon kuliner yang kuat di pasar global.
“Perlu kurasi. Jawa Barat harus punya ikon yang jelas agar mudah diingat,” katanya.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi dalam membangun posisi Jawa Barat sebagai destinasi gastronomi unggulan sekaligus mendorong kuliner Sunda menjadi bagian dari kekuatan ekonomi kreatif nasional.(SE)
The post Pemprov Jabar Dorong Kuliner Sunda Naik Kelas lewat Pengembangan Gastronomi first appeared on Sukabumi Ku.



















