Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Sukabumi

Satgas MBG Sukabumi Minta Evaluasi Aturan Usia Relawan

×

Satgas MBG Sukabumi Minta Evaluasi Aturan Usia Relawan

Sebarkan artikel ini
Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan
Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan
Example 468x60

SUKABUMI – Polemik batasan usia relawan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat. Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, menilai ketentuan usia dalam petunjuk teknis (juknis) Badan Gizi Nasional (BGN) perlu dikaji ulang karena dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan.

Dalam juknis tersebut, relawan MBG dibatasi pada usia minimal 15 tahun dan maksimal 50 tahun. Namun, menurut Andri, banyak relawan berusia di atas 50 tahun yang masih aktif berkontribusi, terutama di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “Banyak ibu-ibu yang tetap semangat membantu, seperti mencuci ompreng atau menyiapkan perlengkapan. Mereka bisa bekerja sampai 8 jam dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya, Sabtu (3/5).

Example 300x600

Andri menilai batasan usia belum mempertimbangkan aspek kemampuan fisik dan semangat kerja masyarakat. Ia juga menyoroti perbedaan pendekatan antara juknis BGN dan regulasi ketenagakerjaan. “Kalau mengacu pada UU Cipta Kerja, yang dilihat itu kemampuan dan produktivitas, bukan semata-mata usia. Ini yang menurut kami perlu diselaraskan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kebijakan BGN sebaiknya melibatkan masukan dari daerah agar implementasinya sesuai dengan kondisi riil. “Juknis ini disusun secara internal, sementara pemerintah daerah tidak dilibatkan. Padahal kami yang melihat langsung kondisi di lapangan,” tegasnya.

Sumber: Radar Sukabumi The post Satgas MBG Sukabumi Minta Evaluasi Aturan Usia Relawan

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *