
Sumber: Radar Sukabumi
JAKARTA – Pemerintah menegaskan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi akan terus bergerak dinamis mengikuti mekanisme pasar global. Namun, masyarakat kelas bawah tetap dijamin terlindungi melalui stabilitas harga BBM subsidi dan LPG.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa BBM non-subsidi memang ditujukan bagi kelompok masyarakat mampu, sehingga penyesuaian harganya bergantung pada kondisi pasar dunia. “Kalau BBM untuk orang yang mampu, mohon maaf, itu dengan sendirinya hukum pasar,” ujarnya, Minggu (3/5).
Di sisi lain, komitmen pemerintah menjaga daya beli masyarakat rentan tetap menjadi prioritas sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Untuk BBM insyaallah tidak akan ada kenaikan untuk BBM subsidi termasuk LPG. Itu kita jaga dan itulah perintah Bapak Presiden Prabowo,” tegasnya.
Saat ini, sektor energi nasional menghadapi tantangan besar berupa kesenjangan antara konsumsi dan produksi. Kebutuhan mencapai 1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik hanya sekitar 605 ribu barel per hari, sehingga Indonesia harus mengimpor sekitar 1 juta barel setiap harinya.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah menempuh strategi optimalisasi sumur migas, termasuk mengaktifkan kembali sumur idle dengan bantuan teknologi dan insentif bagi investor. Dari sekitar 46.000 sumur, hanya 20.000 yang berfungsi. Selain itu, pemerintah mempercepat pengembangan wilayah kerja migas baru dan eksplorasi cadangan gas potensial di Kalimantan Timur.
The post Bahlil: BBM Subsidi Tidak Naik, Non-Subsidi Ikuti Pasar appeared first on Radar Sukabumi.



















