WARUNGKIARA – Angka stunting di Kecamatan Warungkiara tercatat masih tinggi, yakni diangka 5,97 persen. Puskesmas Warungkiara pun meminta masyarakat berperan aktif, untuk menyukseskan program pemerintah dalam menekan angka stunting.
Kepala Puskesmas Warungkiara, Hudri menyatakan, upaya penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan atau pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan kerja sama lintas sektoral, terlebih dukungan penuh dari masyarakat.
“Yang harus kita ketahui bersama, stunting itu bukan hanya persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai usia, tetapi juga berpengaruh pada tumbuh kembang dan kecerdasan mereka. Oleh karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak dini, dimulai dari kesehatan remaja, peranikah, ibu hamil hingga pemberian asupan gizi yang cukup pada balita,” ujar Hudri, kepada inilahsukabumi.com, Rabu (27/08).
Menurut Hudri, angka stunting di wilayah Warungkiara hasil penimbangan bulan Augustus ini diangka 5,97 persen, artinya masih memerlukan perhatian khusus. Makanya ia bersama pemerintah desa dan kader posyandu terus melakukan pemantauan gizi, sosialisasi pola makan sehat, serta pemberian tambahan makanan bergizi kepada anak-anak.
“Kalau masyarakat atau orang tua sudah paham pentingnya gizi seimbang, maka risiko stunting bisa ditekan. Kita ingin generasi Warungkiara tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing,” pungkasnya. (*)
The post 5,97 Persen Warga Warungkiara Idap Stunting first appeared on Inilah Sukabumi.



















