Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita Utama

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 7.669 Triliun, BI Soroti Perlambatan Pertumbuhan

×

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 7.669 Triliun, BI Soroti Perlambatan Pertumbuhan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA – Bank Indonesia melaporkan perkembangan terbaru utang luar negeri (ULN) Indonesia yang mencapai US$ 433,4 miliar atau setara Rp 7.669 triliun pada akhir Maret 2026. Meski nilainya meningkat dibanding akhir 2025, laju pertumbuhannya justru melambat.

Example 300x600

Dilansir dari Detik, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa pertumbuhan tahunan ULN hanya sebesar 0,8 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 1,9 persen.

Ia menjelaskan, posisi ULN pada triwulan I-2026 tersebut mencerminkan tren perlambatan meski secara nominal tetap mengalami kenaikan.

Baca Juga: Resep Teh Serai Jahe Hangat, Minuman Herbal untuk Jaga Daya Tahan Tubuh

“Posisi ULN Indonesia pada triwulan I-2026 tercatat sebesar US$ 433,4 miliar atau secara tahunan tumbuh 0,8 persen, melambat dibandingkan triwulan IV-2025,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Dari sisi ketahanan ekonomi, rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) justru menunjukkan perbaikan. Pada triwulan I-2026, rasio tersebut turun menjadi 29,5 persen dari sebelumnya 30 persen.

Struktur utang juga masih didominasi oleh pinjaman jangka panjang dengan porsi mencapai 85,4 persen, yang dinilai lebih aman dalam menjaga stabilitas keuangan.

Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Polres Sukabumi Hari Ini di Palabuhanratu, Layanan Dibuka hingga Pukul 14.00 WIB

Pada kelompok pemerintah, ULN tercatat sebesar US$ 214,7 miliar atau tumbuh 3,8 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong oleh masuknya aliran modal asing ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN), seiring kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.

Denny menegaskan bahwa utang pemerintah tetap dikelola secara hati-hati dan bertanggung jawab.

Ia menyebut, pemerintah mengelola ULN secara cermat, terukur, dan akuntabel, serta mengarahkannya untuk mendukung belanja prioritas dan momentum pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Sukabumi Selasa 19 Mei 2026, Pagi Cerah Berpotensi Hujan Ringan

Pemanfaatan utang tersebut banyak diarahkan ke sektor-sektor strategis, seperti layanan kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 22,1 persen, administrasi pemerintahan dan jaminan sosial 20,2 persen, serta pendidikan 16,2 persen.

Selain itu, sektor konstruksi dan transportasi juga menjadi fokus penggunaan pembiayaan dari ULN.

Sementara itu, utang luar negeri swasta justru mengalami penurunan menjadi US$ 191,4 miliar. Penurunan terjadi baik pada lembaga keuangan maupun perusahaan non-keuangan, yang masing-masing mencatat kontraksi secara tahunan.

Baca Juga: Ide Bekal Sekolah Praktis: Empal Serundeng Lezat dan Bikin Nagih

Sektor industri pengolahan, jasa keuangan, energi, serta pertambangan masih menjadi kontributor utama ULN swasta dengan porsi lebih dari 80 persen.

Bank Indonesia memastikan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk menjaga struktur utang tetap sehat. Pengawasan dilakukan agar ULN tetap mendukung pembiayaan pembangunan tanpa mengganggu stabilitas ekonomi.

“Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” kata Denny.

The post Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 7.669 Triliun, BI Soroti Perlambatan Pertumbuhan first appeared on Sukabumi Ku.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *