SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, angkat bicara terkait protes yang dilayangkan pengurus RT dan RW se-Kota Sukabumi kepada Pemerintah Kota Sukabumi. Salah satu poin yang Ia soroti adalah terkait legitimasi Forum yang harus jelas.
Menurutnya, setiap aktivitas, termasuk yang mengatasnamakan forum, wajib memiliki dasar hukum yang jelas. Ayep menyoroti pentingnya legalitas organisasi yang membawa nama forum dalam menyampaikan aspirasi.
“Mengatasnamakan forum itu harus jelas legitimasinya dari Kementerian Hukum. Apakah sudah terdaftar atau tidak. Dan itu juga harus ada tembusan ke Kesbangpol,” ujar Ayep di Balai Kota Sukabumi, Kamis (21/05/2026).
Baca Juga: Pengurus RT/RW se-Kota Sukabumi Desak Pemkot Penuhi 4 Tuntutan, Ancam Aksi Lebih Besar
Ia menegaskan, Pemkot Sukabumi berkomitmen menjalankan pemerintahan berdasarkan undang-undang, peraturan pemerintah, serta peraturan daerah. Hal itu menjadi prinsip utama dalam merespons berbagai tuntutan yang muncul di tengah masyarakat.
“Jadi, mengatasnamakan forum pun harus jelas, forum yang sudah terdaftar di Kementerian Hukum,” tutur Ayep.
“Karena kita akan menjalankan undang-undang maupun peraturan yang komitmen dan konsisten. Semuanya, bukan hanya itu. Apapun yang, yang ada kegiatan di Kota Sukabumi harus ada dasar hukumnya, dan itu komitmen kita,” tambah Ayep.
Terkait salah satu tuntutan mengenai dana abadi, Ayep memastikan hal tersebut tidak memungkinkan untuk direalisasikan. Ia menyebut skemanya berpotensi menimbulkan temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Dana abadi itu tidak mungkin. Kalau dipaksakan, akan menjadi temuan BPK. Kita justru ingin menyelesaikan temuan-temuan lama dan meminimalisir temuan baru ke depan,” tegasnya.
Baca Juga: Forum RT/RW Kota Sukabumi Klaim Ada Tekanan Jelang Audiensi Besar-besaran
Sementara itu, untuk dana kelurahan, ia menyebut mekanismenya sudah diatur dan tidak akan diubah. Ia juga menegaskan tidak pernah mengintervensi pengelolaan dana tersebut.
“Dana kelurahan sudah ada aturan mainnya dan saya tidak pernah mengintervensi. Itu diserahkan kepada masing-masing lurah,” katanya.
Mengenai Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW), Ayep menjelaskan bahwa realisasi anggaran masih menunggu kepastian transfer dana dari pemerintah pusat melalui skema Transfer ke Daerah (TKD). Ia menyebut total usulan anggaran mencapai Rp210 miliar, namun belum ada kepastian pencairan.
“P2RW kita tunggu TKD. Saya akan kejar kepastiannya ke Kementerian Keuangan, karena sampai hari ini belum jelas kapan realisasinya,” ungkapnya.
Baca Juga: Ribuan RT RW Se Kota Sukabumi Batal Aksi di Balai Kota Pilih Jalur Dialog Dengan DPRD
Ia menambahkan, dari total kebutuhan P2RW sekitar Rp9 miliar, saat ini baru terealisasi sekitar Rp1 miliar. Kondisi serupa juga terjadi pada anggaran operasional kecamatan dan kelurahan yang masih tertunda akibat penyesuaian anggaran.
Ayep juga menjelaskan bahwa Pemkot Sukabumi tengah melakukan efisiensi anggaran hingga Rp159 miliar, yang berdampak pada penundaan sejumlah program di berbagai dinas.
Di sisi lain, ia menegaskan bahwa arah pembangunan kota saat ini lebih menitikberatkan pada kualitas dibanding kuantitas. Menurutnya, anggaran tidak akan dibagi ke dalam paket kecil yang berisiko menurunkan kualitas proyek.
“Kita tidak akan membagi anggaran jadi paket kecil-kecil. Lebih baik sedikit tapi berkualitas dan tahan lama,” ujarnya.
Baca Juga: Ribuan RT RW Akan Kepung Balai Kota, Tagih Janji Politik Wali Kota dan Wakil Wali Kota
Menanggapi aksi protes RT/RW yang sebelumnya menyampaikan empat tuntutan kepada Pemkot Sukabumi, Ayep mengaku terbuka terhadap kritik. Namun ia mengingatkan agar kritik disampaikan secara konstruktif, bukan dilandasi sentimen negatif.
“Saya terbuka terhadap kritik, tapi jangan didasari ujaran kebencian, iri dengki, atau ingin menjatuhkan. Kalau itu tujuannya, tentu kita juga akan membela diri,” katanya.
Sebelumnya, pengurus RT dan RW se-Kota Sukabumi menyampaikan tuntutan kepada Pemkot, di antaranya terkait kejelasan program, anggaran, dan perhatian terhadap peran mereka di tingkat lingkungan. Mereka bahkan mengancam akan melakukan aksi lebih besar jika tuntutan tidak direspons serius.
The post Diprotes RT/RW se-Kota Sukabumi, Ayep Zaki: Mengatasnamakan Forum Harus Jelas Legitimasinya first appeared on Sukabumi Ku.



















