
Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sukabumi mulai menaruh perhatian serius terhadap kualitas sumber daya manusia di bidang keprotokolan. Tim protokol dinilai memegang peran penting dalam menentukan wajah pemerintah daerah di mata publik, terutama saat agenda resmi berlangsung.
Hal itu disampaikan Kepala BKPSDM Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, usai membuka pelatihan keprotokolan bagi aparatur pemerintah Kota Sukabumi, Jumat (22/5).
Menurut Taufik, kemampuan personel protokol tidak bisa lagi dianggap sekadar urusan teknis acara. Kesalahan kecil dalam pengaturan agenda, tata tempat, hingga komunikasi dapat berdampak langsung terhadap citra pemerintah daerah.
“Kalau acara pemerintah berjalan kacau, yang disorot bukan hanya panitianya, tapi pemerintah daerah secara keseluruhan. Karena itu kemampuan tim protokol harus benar-benar diperkuat,” ujarnya.
Ia menegaskan, penguatan kompetensi aparatur merupakan kewajiban pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai. Dalam aturan tersebut, setiap ASN wajib mendapatkan pengembangan kompetensi minimal 20 jam pelajaran per tahun melalui pelatihan, seminar, maupun pendidikan teknis.
Taufik menambahkan, tantangan birokrasi saat ini mengalami perubahan signifikan akibat perkembangan teknologi dan pola kerja digital. Aparatur dituntut lebih cepat beradaptasi, termasuk memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pekerjaan administrasi dan keprotokolan.
“Sekarang semuanya bergerak cepat. Dulu menyusun sambutan atau konsep acara bisa memakan waktu lama, sekarang teknologi membantu lebih cepat. Tinggal bagaimana aparatur mampu beradaptasi,” katanya.
Selain aspek teknis, kemampuan komunikasi, disiplin, ketegasan sikap, hingga kesiapan personel saat mendampingi pimpinan juga menjadi perhatian. Penguatan kapasitas tidak hanya menyasar ASN, tetapi juga pegawai non-ASN yang bertugas melekat pada kepala daerah.
“Siapa pun yang mendukung tugas pimpinan harus punya standar pelayanan dan kemampuan yang sama. Tidak bisa dibedakan. Adapun pelatihan dilaksanakan selama dua hari dan diikuti 27 peserta,” pungkasnya.(ris/d)
The post Pelatihan Keprotokolan Digelar, ASN Dituntut Adaptif Teknologi appeared first on Radar Sukabumi.



















