INILAHSUKABUMI.COM – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di kawasan konservasi Gunung Gede Pangrango di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus menuai polemik.
Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Nasional secara tegas mendesak pemerintah untuk menghentikan sementara dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.
Ketua FK3I Nasional, Dedi Kurniawan, menilai eksploitasi cadangan panas bumi di zona konservasi terkesan dipaksakan. Padahal, menurutnya, pasokan energi nasional saat ini sudah dalam kondisi surplus.
Dari sisi kebijakan, RUED (Rencana Umum Energi Daerah) dan RUEN (Rencana Umum Energi Nasional) menunjukkan pasokan energi listrik sudah surplus.
Baca juga : Warga Desa Sirnarasa Sukabumi Tolak Geothermal di Kaki Gunung Halimun
“Daripada terus dieksploitasi, lebih baik kita simpan untuk cadangan anak cucu di masa depan,” ungkap Dedi dalam keterangan tertulis diterima InilahSukabumi.com Kamis (28/5/2026).
Rapor Merah: Ancaman Ekologi dan Ketimpangan Sosial
Bukan tanpa alasan FK3I melayangkan kritik tajam. Dedi membeberkan setidaknya empat persoalan krusial yang membayangi proyek geotermal di Gunung Gede Pangrango.
Ironi listrik, terdapat ketimpangan distribusi di mana warga di wilayah Ring 1 hingga Ring 5 lokasi proyek justru belum menikmati akses listrik yang memadai.
Ancaman biodiversitas, pembangunan infrastruktur penunjang seperti akses jalan dan kantor dikhawatirkan memicu deforestasi yang merusak habitat satwa serta tumbuhan endemik.
Dampak ekonomi, belum adanya skema rekayasa ekonomi yang jelas bagi masyarakat lokal yang menggantungkan hidup pada lahan tersebut.
Benturan sosial, minimnya sosialisasi memicu konflik horizontal.
Baca juga : Catatan Penjelajah Dunia tentang Sejarah Gunung Gede Pangrango Sukabumi
Bahkan, Dedi menyayangkan adanya pendekatan pragmatis dari pengembang yang melibatkan organisasi masyarakat (ormas) dan aparat penegak hukum, alih-alih melakukan edukasi publik.
Langkah Tegas FK3I: Siapkan Tim Pendampingan Warga
Gunung Gede Pangrango masuk dalam daftar target pembangunan PLTP bersama tiga lokasi lainnya, yakni Gunung Tampomas, Gunung Papandayan Barat, dan Gunung Tangkuban Parahu.
Menyikapi hal ini, FK3I Nasional memastikan akan mengambil langkah konkret dengan membentuk tim khusus untuk mendampingi warga yang terdampak. Mereka menuntut transparansi penuh dari pemerintah, mulai dari kejelasan dana bagi hasil (DBH) hingga kompensasi biaya kerohiman bagi warga.
”Kami tegas dan mutlak akan melakukan proses penolakan pembangunan apabila transparansi dan akuntabilitas pengelola tidak dipenuhi. Pihak swasta mesti sadar, di mana langit dijunjung, di situ kita berpijak,” pungkas Dedi. (*)
Redaktur : Budiyanto
The post Stop PLTP di Kawasan Konservasi Gunung Gede Pangrango, FK3I : Simpan Energi untuk Anak Cucu ! first appeared on Inilah Sukabumi.









