SUKABUMI – Gelombang protes terhadap kepemimpinan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dipastikan kembali menguat. Forum RT-RW Kota Sukabumi bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan, LSM, dan elemen warga akan menggelar Aksi 2626 pada Selasa, 2 Juni 2026, dengan pusat kegiatan di Balai Kota Sukabumi.
Koordinator Aksi 2626, Arif Rachman, menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk penagihan terhadap berbagai janji politik yang hingga kini dinilai belum memperoleh kepastian. Selain empat tuntutan yang sebelumnya telah disuarakan, massa aksi juga akan membawa tuntutan baru berupa permintaan agar wali kota mencabut pernyataan resmi yang dianggap telah melukai martabat Ketua RT dan RW, sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Menurut Arif, salah satu persoalan utama yang dipersoalkan adalah kepastian mengenai regulasi dan kebijakan yang berkaitan dengan RT dan RW. Forum menilai pemerintah daerah harus memberikan jawaban yang jelas kepada masyarakat, bukan sekadar janji atau pernyataan yang dinilai menggantung.
BACA JUGA : Pengurus RT/RW se-Kota Sukabumi Desak Pemkot Penuhi 4 Tuntutan, Ancam Aksi Lebih Besar
Selain itu, massa juga akan menuntut kepastian terkait pencairan insentif RT dan RW agar diberikan tepat waktu. Persoalan dana kelurahan yang selama ini dinilai terlalu banyak dikontraktualkan juga menjadi sorotan. Mereka meminta adanya transparansi dan pelibatan unsur masyarakat di tingkat kelurahan dalam pengelolaannya.
Isu lain yang dipastikan menjadi fokus aksi adalah janji Dana Abadi yang pernah disampaikan saat masa kampanye. Menurut Arif, janji tersebut sejak awal disebut berasal dari dana pribadi, namun dalam perkembangannya muncul penjelasan yang mengaitkannya dengan APBD dan pendapatan daerah.
“Janji itu disampaikan langsung kepada masyarakat saat kampanye. Karena itu kami meminta adanya penjelasan yang jujur dan terbuka kepada warga Kota Sukabumi,” ujarnya.
BACA JUGA : Dinilai Lemahkan RT/RW, Fraksi Rakyat Kritik Pernyataan Wali Kota Sukabumi
Aksi tersebut disebut tidak hanya melibatkan RT dan RW sebagai penggagas utama, tetapi juga mendapat dukungan luas dari berbagai organisasi masyarakat dan LSM yang merasa aspirasi warga perlu diperjuangkan bersama. Hingga saat ini sedikitnya 13 hingga 15 elemen masyarakat telah menyatakan bergabung dalam aksi tersebut.
Berdasarkan pendataan sementara, jumlah peserta dari unsur RT dan RW telah mencapai sekitar 1.800 orang. Sementara itu, panitia telah mengajukan pemberitahuan kepada Polres Sukabumi Kota dengan estimasi peserta mencapai 7.000 orang.
Forum RT-RW juga mengeluarkan pernyataan resmi yang mengajak seluruh masyarakat Kota Sukabumi untuk hadir dan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah daerah.
Arif menegaskan aksi tersebut diharapkan berlangsung aman dan kondusif. Namun, apabila tuntutan masyarakat tidak mendapatkan respons yang memadai, pihaknya mengaku akan terus mengawal aspirasi tersebut melalui langkah-langkah lanjutan.
“Harapan kami tentu ada solusi dan dialog yang baik. Tetapi apabila aspirasi masyarakat terus diabaikan, muncul dorongan dari berbagai elemen agar DPRD menggunakan hak angket untuk mengevaluasi kepemimpinan wali kota. Bahkan sudah mulai muncul suara-suara yang mengarah pada desakan pemakzulan,” tegasnya.
The post Gelombang Aksi 2626 Menguat, Wali Kota Sukabumi Didesak Tepati Janji atau Hadapi Desakan Pemakzulan first appeared on Sukabumi Ku.













