BERITA SUKABUMI — Di sebuah rumah sederhana di Kampung Buluh, Desa Semplak, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, tumbuh seorang bocah bernama Ananda Muhammad Hiban. Usianya baru dua tahun, namun ia sudah harus menghadapi tantangan berat: tubuhnya ringkih dan pertumbuhan fisiknya terhambat akibat stunting.
Kepala Desa Semplak, Nura, mengungkapkan bahwa Hiban telah mendapat pendampingan sejak usia empat bulan. Ia lahir dengan penyakit bawaan yang memengaruhi tumbuh kembangnya. “Kami rutin melakukan kunjungan, memantau kesehatannya, dan memberikan dukungan moral kepada keluarganya,” ujar Nura saat ditemui, Jumat (29/8).
Pendampingan dilakukan secara kolaboratif oleh pemerintah desa, bidan, dan tenaga kesehatan setempat. Mereka membawa bantuan gizi tambahan seperti susu penambah berat badan dan nutrisi pelengkap. Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan secara berkala, termasuk rujukan ke dokter anak di rumah sakit untuk perawatan lanjutan.
“Pendampingan ini bukan sekadar pemeriksaan. Kami ingin keluarga merasa didampingi, tidak sendirian menghadapi kondisi ini,” jelas Nura. Ia menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor—dari desa, puskesmas, hingga kecamatan—terus dilakukan agar Hiban mendapat penanganan yang sesuai.
Namun, tantangan ekonomi menjadi hambatan tersendiri. Biaya tambahan untuk susu, kontrol kesehatan, dan perawatan medis cukup membebani keluarga. Pemerintah desa berharap ada dukungan lebih luas dari pemerintah daerah maupun pusat.
The post Melawan Stunting dari Kampung Buluh: Bocah Dua Tahun Dapat Pendampingan Intensif appeared first on Radar Sukabumi.



















