SUKABUMI – Aktivitas berburu susuh sungai atau siput kali menjadi pemandangan menarik di aliran Sungai Cipamarangan, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Selasa (9/6/2026). Warga tampak antusias menyusuri aliran sungai untuk mencari hewan air tawar yang kerap dijadikan bahan makanan tradisional tersebut.
Susuh sungai merupakan jenis siput air tawar bercangkang memanjang yang hidup liar di sungai maupun area persawahan. Selain mudah ditemukan di perairan bersih, hewan ini juga dikenal memiliki cita rasa khas dan sering diolah menjadi berbagai menu masakan tradisional.
Baca Juga: Anggota Komisi II DPR RI Heri Gunawan Dorong Kepastian Nasib PPPK
Said Umar (27), salah seorang warga yang ditemui di lokasi mengatakan, berburu susuh sungai menjadi aktivitas yang cukup menyenangkan sekaligus bermanfaat untuk kebutuhan konsumsi masyarakat.
“Kalau lagi musim dan air sungai sedang jernih, banyak warga turun ke sungai mencari susuh. Selain buat dimakan sendiri, kadang ada juga yang dijual,” ujarnya.
Susuh sungai biasanya diolah menjadi aneka hidangan tradisional seperti dimasak kuah asam, olahan pedas, hingga camilan khas daerah tertentu. Sebelum dimasak, bagian ujung cangkang umumnya dipotong agar kotoran keluar dan daging siput lebih mudah diambil saat disantap.
Baca Juga: Raperda Tanah Terlantar dan Perhubungan Disepakati, Bupati Soroti Dampaknya bagi Masyarakat
Sementara itu, Rindam (31), warga setempat mengaku aktivitas berburu susuh sungai di Sungai Cipamarangan sudah berlangsung sejak lama dan cukup diminati masyarakat.
“Memang sering banyak masyarakat dari kampung sini bahkan dari luar Kecamatan Surade datang ke Sungai Cipamarangan untuk berburu susuh,” ungkapnya.
Selain menjadi tradisi warga, aktivitas tersebut juga menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat pedesaan, terutama saat debit air sungai sedang normal dan kondisi cuaca mendukung.
The post Asyiknya Berburu Susuh Sungai di Cipamarangan, Jadi Tradisi Kuliner Warga Buniwangi first appeared on Sukabumi Ku.









