Penyintas Bencana di Sukabumi Direncanakan Mendapatkan Huntap Bantuan dari Qatar di Lahan Citimu ?

INILAHSUKABUMI.COM – Penyintas bencana gerakan tanah di Desa Limusnunggal dan Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi akan mendapatkan hunian tetap (huntap) di kawasan relokasi Kampung Cikobak, Desa Limusnunggal.

Rencananya pembangunan huntap bagi korban bencana pada 2024 ini dibangun di atas lahan perkebunan PT. Citimu dengan mendapatkan bantuan dari lembaga kemanusiaan dari Qatar sebanyak 50 unit.

Camat Bantargadung, Syarifuddin Rahmat, membenarkan rencana pembangunan huntap bagi korban bencana tanah bergerak 2024 telah dipersiapkan di lahan penyisihan dari kawasan perkebunan PT. Citimu seluas 2 hektare.

Rencananya diperuntukkan bagi korban bencana tanah bergerak di Kampung Cihurang Desa Limusnunggal, juga Kampung Cijagung dan Kampung Cijarian, Desa Bojonggaling.

Baca juga : Angin Segar untuk Korban Bencana Sukabumi, IndoQatar Siap Bangun 50 Hunian Tetap Layak Huni

“Betul, lokasi di Citimu itu diperuntukkan bagi warga terdampak bencana pergerakan tanah tahun 2024,” ungkap Syarifuddin saat dikonfirmasi InilahSukabumi.com melalui aplikasi perpesanan whatsapp, Selasa (9/6/2026).

Tim dari Qatar Survey Lokasi Citimu

Ia menjelaskan Selasa siang lahan relokasi di Citimu sudah di survey dari perwakilan lembaga kemanusiaan Qatar didampingi petugas Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan pemerintah desa serta kecamatan.

Dari total 50 unit huntap yang direncanakan, dialokasikan akan dibangun sebanyak 43 unit huntap di lahan relokasi Citimu. Rinciannya, 31 kepala keluarga (KK) dari Kampung Cihurang, Desa Limusnunggal, 12 KK dari Kampung Cijagung dan Kampung Cijarian, Desa Bojonggaling.

“Lahan relokasi Citimu ini merupakan lahan penyisihan seluas dua hektar yang diserahkan PT. Citimu kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk mendukung program relokasi warga terdampak bencana,” jelas Syarifuddin.

Saat ini, lanjut dia, puluhan korban bencana masih menanti realisasi pembangunan huntap setelah rumah rusak terdampak bencana pergerakan tanah. Setelah diterjang bencana lahan permukiman dinyatakan tidak aman untuk hunian.

“Kami berharap semoga pembangunan huntap bagi warga yang sudah hampir dua tahun menunggu segera terealisasi dan berjalan lancar hingga selesai,” harap Syarifuddin.

Bukan Sekadar Rumah, Tapi Hunian Siap Huni

Diberitakan sebelumnya, lembaga kemanusiaan dari Qatar dikabarkan bakal turun tangan membantu pemerintah daerah dalam penyediaan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana yang selama ini masih menanti kepastian tempat tinggal.

​Bupati Sukabumi, Asep Japar, secara resmi membenarkan rencana kolaborasi tersebut. Pihaknya baru saja melakukan pertemuan intensif dengan perwakilan IndoQatar untuk mematangkan teknis pembangunan.

​”Ya, kami sudah membahasnya. Rencananya, mereka akan membangun 50 unit rumah permanen. Besok lusa, tim dari IndoQatar dijadwalkan akan langsung melakukan survei ke lokasi,” ujar Asep Japar kepada awak media usai pertemuan di Kantor Kecamatan Cibadak, Senin (8/6/2026).

​Ada yang menarik dari skema bantuan ini. IndoQatar tidak hanya membangun fisik bangunan, tetapi juga memastikan rumah tersebut siap huni. Menurut pria yang akrab disapa Asjap ini, 50 unit rumah tersebut akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas rumah tangga, termasuk furnitur.

Reporter : Karimullah

Redaktur : Budiyanto

The post Penyintas Bencana di Sukabumi Direncanakan Mendapatkan Huntap Bantuan dari Qatar di Lahan Citimu ? first appeared on Inilah Sukabumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *