Pagelaran Kumara Lemah Karuhun Tinggal Menghitung Jam

SUKABUMI – Antusiasme masyarakat terhadap pagelaran seni budaya Kumara Lemah Karuhun terus menunjukkan geliat yang luar biasa. Menjelang pelaksanaannya pada Minggu (14/6/2026) di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, seluruh kuota penonton yang disediakan panitia telah terisi penuh, sementara persiapan teknis dan penyelenggaraan diklaim telah mencapai 94 persen.

Pagelaran yang mengusung semangat pelestarian warisan budaya leluhur tersebut menjadi salah satu agenda kebudayaan yang paling dinantikan di Sukabumi. Tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan berbagai kalangan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan budaya lokal.

Penggagas kegiatan sekaligus Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sukabumi, Indra Gandara,  mengungkapkan rasa syukur atas tingginya respons masyarakat terhadap pagelaran tersebut.

“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Kuota penonton, baik dari jalur umum maupun undangan, sudah terpenuhi sepenuhnya. Tercatat sekitar 600 orang akan hadir menyaksikan langsung,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).

BACA JUGA : Drama Musikal KUMARA Jadi Jawaban Pendidikan Karakter Ala Dedi Mulyadi

Menurut Indra, Kumara Lemah Karuhun tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi lintas profesi dan latar belakang yang dipersatukan oleh kecintaan terhadap budaya. Berbagai unsur masyarakat dipastikan hadir, mulai dari akademisi, tokoh publik, seniman, budayawan, hingga masyarakat umum.

Dari kalangan akademisi, sejumlah nama terkemuka yang fokus pada pengembangan seni dan budaya dipastikan hadir, di antaranya Prof. Juju Masunah, M.Hum., PhD, Prof. Dr. Tati Narawati, M.Hum., Prof. Dr. Trianti Nugraheni, M.Si., serta Dr. Ayo Sunaryo, M.Pd. Kehadiran mereka dinilai menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian nilai-nilai budaya di tengah perkembangan zaman.

Dukungan juga datang dari berbagai tokoh, pejabat publik, jajaran Persyarikatan Muhammadiyah, komunitas seni dari Bogor, Jakarta, hingga Bandung, serta sejumlah pelaku industri kreatif dan pengusaha yang memiliki perhatian terhadap kebudayaan. Di antaranya musisi rap nasional Tuan Tigabelas, pemilik Kopi Ranin, dan pengelola Bumi Bagja Food Forest.

Sementara itu, Stage Manager pagelaran, Rhaja, menyampaikan bahwa seluruh tim terus melakukan penyempurnaan menjelang hari pelaksanaan.

“Hingga hari ini, seluruh rangkaian persiapan teknis dan penyelenggaraan sudah mencapai 94 persen. Semua detail kami kerjakan sebaik mungkin agar acara berjalan lancar dan memberikan kesan mendalam bagi setiap orang yang hadir,” katanya.

Menurutnya, pagelaran ini merupakan hasil kerja kolektif yang tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk memahami kembali makna budaya sebagai identitas dan sumber nilai kehidupan masyarakat.

Hal senada disampaikan Rivaldi Indra Hapidzin, M.Pd., selaku Tim Manajemen Produksi Pagelaran Kumara Lemah Karuhun. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kolaborasi berbagai pihak yang memiliki komitmen terhadap pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal.

“Kami berharap pagelaran ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, tetapi juga menjadi media edukasi budaya yang mampu memperkuat hubungan masyarakat dengan nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan para leluhur. Antusiasme publik yang sangat tinggi menjadi energi positif bagi seluruh tim untuk memberikan sajian terbaik,” ujarnya.

BACA JUGA : UKM Seni Nusa Putra Borong Prestasi di Harmoni Budaya Festival 2026

Pagelaran Kumara Lemah Karuhun mendapat dukungan dari Program Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya pemajuan kebudayaan melalui penguatan ekosistem seni, pelestarian tradisi, serta pengembangan ruang ekspresi budaya yang berkelanjutan.

Bagi masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan hadir secara langsung, panitia menyediakan siaran daring yang dapat diakses melalui akun Instagram resmi @shandikara, sehingga publik tetap dapat menyaksikan rangkaian pertunjukan budaya tersebut dari berbagai daerah.

The post Pagelaran Kumara Lemah Karuhun Tinggal Menghitung Jam first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *