Disbudpora Sukabumi Respons Kebakaran Sanggar Cepet Laras SEKAR, Harapan Bangkit di Tengah Puing-puing Budaya

SUKABUMI – Musibah kebakaran yang meluluhlantakkan Sanggar Seni Cepet Laras Sekar di Kampung Cigelang, Desa Gunungbatu, Kecamatan Ciracap, tak hanya menyisakan puing-puing bangunan dan abu perlengkapan kesenian. Peristiwa itu juga menjadi pukulan berat bagi para pelaku seni yang selama ini berjuang menjaga warisan budaya tradisional di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi.

Namun di tengah duka tersebut, secercah harapan mulai muncul. Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi memastikan akan menindaklanjuti kejadian yang menimpa salah satu sanggar seni binaannya tersebut.

Kepala Disbudpora Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi, mengaku prihatin atas musibah yang menghanguskan bangunan beserta seluruh perlengkapan kesenian milik Sanggar Cepet Laras Sekar.

Baca Juga: Ketua DPRD Sukabumi: Syukuran Nelayan Ujunggenteng Jadi Bukti Kuatnya Budaya Pesisir

“Kami tentu merasa prihatin. Ini merupakan salah satu potensi budaya yang selama ini kami bina. Kejadian ini menjadi perhatian bersama sekaligus pelajaran agar lebih teliti, terutama terkait instalasi listrik dan berbagai potensi gangguan lainnya,” ujar Yudi Mulyadi saat ditemui di sela kegiatan Syukuran Nelayan Ujunggenteng ke-60, Minggu (14/6/2026).

Menurut Yudi, laporan kejadian telah diterima pihaknya dan langsung ditindaklanjuti dengan menugaskan jajaran Bidang Kebudayaan untuk melakukan peninjauan ke lokasi.

“Kami sudah menerima laporannya dan hari ini petugas kami turun ke lapangan. Insya Allah akan kami respons dan kami usulkan kepada pimpinan. Mudah-mudahan ada jalan dan rezekinya sehingga sanggar ini bisa kembali berdiri dan beraktivitas seperti semula,” katanya.

Baca Juga: Motor Bebek hingga Modifikasi Adu Cepat di Track Pantai Ujunggenteng

Kebakaran yang terjadi pada Jumat (12/6/2026) dini hari itu diduga dipicu korsleting listrik. Api dengan cepat membesar hingga menghanguskan seluruh bangunan sanggar beserta berbagai perlengkapan kesenian yang tersimpan di dalamnya.

Pembina Sanggar Seni Cepet Laras Sekar, Ridholosa, menuturkan beberapa jam sebelum kejadian aktivitas di sanggar masih berlangsung normal. Para anggota bahkan baru saja menyelesaikan kegiatan pengajian rutin malam Jumat.

“Sekitar pukul 22.00 WIB masih ada anggota di sanggar setelah pengajian. Semuanya berjalan seperti biasa, tidak ada tanda-tanda apa pun. Menjelang dini hari kami justru mendapat kabar kalau sanggar terbakar,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, seluruh aset kesenian yang selama ini digunakan untuk pembinaan generasi muda ludes dilalap api. Mulai dari satu set gamelan, topeng cepet, kostum pertunjukan, alat latihan hingga berbagai perlengkapan pendukung lainnya tidak berhasil diselamatkan.

“Semua habis terbakar. Gamelan, topeng cepet, kostum pertunjukan, alat latihan, semuanya tidak ada yang tersisa. Ini kehilangan besar bagi kami,” katanya.

Padahal, sanggar yang baru berdiri sekitar satu tahun lalu itu telah menjadi ruang belajar seni dan budaya bagi anak-anak serta pemuda di wilayah selatan Sukabumi. Dari tempat sederhana tersebut lahir semangat untuk mengenalkan kembali kesenian tradisional kepada generasi muda.

Baca Juga: Malam Puncak Hari Nelayan Ujunggenteng ke-60, Arus Kendaraan dan Pejalan Kaki Padati Kawasan Pantai

Meski kerugian ditaksir mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, Ridholosa memastikan musibah itu tidak akan menghentikan langkah para pelaku seni untuk terus berkarya.

“Bangunan boleh terbakar, alat kesenian boleh habis. Tapi semangat melestarikan budaya tidak akan ikut padam. Kami akan bangkit dan terus membina generasi muda agar kesenian tradisional tetap hidup,” tegasnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sejumlah dukungan dari masyarakat, pegiat seni, hingga berbagai pihak mulai berdatangan sebagai bentuk solidaritas untuk membantu kebangkitan Sanggar Cepet Laras Sekar.

Kini, di antara puing bangunan yang menghitam, tersimpan harapan besar agar sanggar tersebut dapat kembali berdiri. Sebab bagi para pelaku seni, api mungkin mampu membakar bangunan dan perlengkapan, tetapi tak akan pernah mampu memadamkan semangat menjaga budaya agar tetap hidup dari generasi ke generasi.

The post Disbudpora Sukabumi Respons Kebakaran Sanggar Cepet Laras SEKAR, Harapan Bangkit di Tengah Puing-puing Budaya first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *