Sumber: Radar Sukabumi
SUKABUMI – Di tengah keterbatasan akses jaringan listrik PLN, Abah Sarnuh (80), seorang petani lansia di Desa Sukamulya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, berhasil menciptakan kemandirian energi dengan memanfaatkan arus sungai.
Sejak menetap di kawasan Kontrak Pasidatar pada 1998, Abah Sarnuh mengandalkan lampu petromak berbahan minyak tanah untuk penerangan. Namun, ketika pasokan minyak tanah langka pada 2007 dan biaya pemasangan listrik PLN mencapai Rp3,2 juta, ia memilih berinovasi. Uang tersebut digunakan membeli dinamo dan peralatan lain untuk membuat kincir air sederhana.
“Prinsipnya dinamo digerakkan kincir oleh air, gesekannya di dalam oleh kumparan, langsung menghasilkan tenaga listrik yang dialirkan ke rumah. Di sini listrik dipakai kalau malam saja dan bisa diatur besar kecil volumenya,” ujar Abah Sarnuh, Jumat (19/6).
Kini, dua rumah dan sebuah mushala di kawasan tersebut tetap terang benderang tanpa biaya bulanan alias nol rupiah. Meski menghadapi tantangan saat musim hujan, Abah Sarnuh rutin memperbaiki jalur air secara manual.
Selain kisah kemandirian energi, Abah Sarnuh juga merekam sejarah panjang pengelolaan lahan pasca-reformasi. Dari ratusan warga yang dulu menggarap tanah terlantar, kini ia hanya bertahan di lahan seluas 45 are, menanam wortel dan pisang bersama sang istri.
Lokasi kediamannya terpencil, dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar satu jam dari area wisata Vila Kaca Pasir Datar.
Apresiasi Pemerintah Kecamatan Camat Caringin, Ridwan Agus Mulyawan, memberikan apresiasi tinggi atas inovasi Abah Sarnuh. Menurutnya, keterbatasan geografis bukan halangan untuk mendapatkan penerangan.
“Pada prinsipnya kami sangat mengapresiasi inovasi dari Abah Sarnuh. Ini bukti nyata bahwa keterbatasan bukan berarti harus berdiam diri. Hal ini patut dicontoh dan menjadi motivasi, termasuk bagi saya pribadi,” ujarnya.
The post Kincir Air Mandiri Abah Sarnuh Jadi Inspirasi Warga Sukabumi appeared first on Radar Sukabumi.


