
SUKABUMI – Memasuki hari Kedua pencarian korban tenggelam di Muara Sungai Pasir Putih Cipanarikan, kawasan konservasi Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, pad Minggu (21/6/2026), tim SAR gabungan terus berupaya maksimal mencari keberadaan Tobi Efendi (12), wisatawan asal Bogor yang hingga kini belum ditemukan.
Diketahui, peristiwa nahas tersebut terjadi pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, Tobi bersama ayahnya, Ahmad Efendi (36), berenang di kawasan muara Pasir Putih. Keduanya diduga terseret arus dan tenggelam. Setelah dilakukan pencarian intensif, jasad Ahmad Efendi berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan pada hari kedua pencarian, sekitar 200 meter dari lokasi awal kejadian. Namun, pencarian terhadap Tobi masih terus dilakukan.
Baca Juga: Pantai Cibuaya Ramai Dikunjungi Wisatawan, Pengunjung Nikmati Liburan Akhir Pekan Bersama Keluarga
Pada hari kedua ini, pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Sukabumi, Pos TNI Angkatan Laut Ujunggenteng, Balawista, Polairud, Polsek Ciracap, Satpol-PP Ciracap dan BPBD Kabupaten Sukabumi melalui P2BK Ciracap. Sebelumnya, upaya pencarian awal juga telah dilakukan oleh personel Posal Ujunggenteng, P2BK Ciracap, serta unsur potensi SAR lainnya.
Komandan Regu Basarnas Sukabumi, Restu Mandala, mengatakan pencarian masih difokuskan di sekitar kawasan Pasir Putih dengan memperluas area penyisiran ke arah yang lebih tinggi mengikuti kondisi perairan dan pergerakan arus.
Baca Juga: Diduga Keracunan Susu MBG, Satu Keluarga di Simpenan Alami Mual dan Diare
“Untuk hari kedu ini area pencarian masih berada di sekitar Pasir Putih. Namun, kami melakukan penambahan luasan pencarian ke arah yang lebih tinggi. Sesuai SOP, kami akan melaksanakan pencarian secara maksimal mulai pagi hingga pukul 12.00 WIB, kemudian dilanjutkan kembali setelah istirahat dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB,” ujar Restu di lokasi pencarian.
Ia menjelaskan, kondisi cuaca dan gelombang laut saat ini masih tergolong normal sehingga tidak menjadi kendala berarti dalam proses pencarian. Meski demikian, arah arus laut tetap menjadi faktor utama yang sangat mempengaruhi pergerakan korban dan strategi pencarian.
“Alhamdulillah untuk cuaca dan gelombang masih normal. Namun arah arus sangat mempengaruhi ketika kami melakukan pencarian dan pertolongan, sehingga itu menjadi salah satu faktor yang terus kami perhatikan,” jelasnya.
Baca Juga: Peran Penyeimbang Pemerintah Disindir, PDIP ke Golkar: Lebih Baik Urus Pemadaman Listrik
Untuk memaksimalkan pencarian, tim SAR gabungan membagi operasi menjadi beberapa metode, yakni pencarian melalui jalur air, penyisiran menggunakan drone dari udara, serta penyisiran darat dengan memanfaatkan alat teropong untuk mengamati titik-titik yang dicurigai seperti celah karang dan area pesisir.
Dengan mengerahkan seluruh kemampuan dan peralatan yang tersedia, tim SAR gabungan berharap korban segera ditemukan agar dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga.
The post Hari Kedua Pencarian Korban Tenggelam di Muara Pasir Putih Cipanarikan, Tim SAR Gabungan Perluas Area Penyisiran first appeared on Sukabumi Ku.



