Sumber: Radar Sukabumi
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengungkap besarnya kebocoran kekayaan negara yang dinilai berdampak pada terbatasnya ruang fiskal pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru maupun aparatur sipil negara (ASN).
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).
Prabowo menyoroti praktik pelaporan ekspor yang tidak sesuai atau under-invoicing, yang menurutnya merugikan negara dalam jumlah besar. Berdasarkan data United Nations Comtrade yang diolah Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Indonesia diperkirakan kehilangan potensi kekayaan hingga 908 miliar dolar AS dalam 34 tahun terakhir, setara Rp15 ribu triliun. “Kita telah rugi 908 miliar dolar selama 34 tahun. Rp15 ribu triliun. Semua data keluar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prabowo menyebut kebocoran kekayaan negara saat ini masih berada di kisaran 150 miliar dolar AS per tahun atau sekitar Rp2.500 triliun. “Saudara-saudara, kebocoran kita sekarang kurang lebih 150 miliar dolar tiap tahun. Rp2.500 triliun tiap tahun,” tuturnya.
The post Alasan Prabowo Ungkap Kebocoran Rp2.500 Triliun per Tahun appeared first on Radar Sukabumi.


