
SUKABUMI – Sebanyak 202 mahasiswa STISIP Widyapuri Mandiri Cisaat Sukabumi akan diterjunkan ke 10 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Jampangkulon dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. Kehadiran ratusan mahasiswa tersebut diharapkan menjadi energi baru dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
Kesiapan pelaksanaan KKN dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar Pemerintah Kecamatan Jampangkulon di Aula Kantor Kecamatan, Selasa (21/7/2026). Rakor mempertemukan unsur pemerintah, TNI-Polri, pemerintah desa dan kelurahan, serta pihak kampus untuk menyamakan langkah sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan.
Baca Juga: Kemarau Mulai Melanda, 340 KK di Cikundul Hilir Kota Sukabumi Alami Krisis Air Bersih
Camat Jampangkulon, Dading, mengatakan program KKN bukan sekadar agenda akademik, melainkan kesempatan membangun kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, selama pelaksanaan KKN pada 3 hingga 29 Agustus 2026, para mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan program-program yang sesuai dengan karakteristik dan potensi masing-masing desa, mulai dari pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan, hingga inovasi yang dapat mendukung pembangunan lokal.
“KKN menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat. Kami berharap kehadiran mereka mampu memberikan kontribusi nyata sekaligus menggali potensi yang dimiliki setiap desa sehingga bisa dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dading.
Sementara itu, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STISIP Widyapuri Mandiri Cisaat sekaligus Koordinator KKN, Ardiana, menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa akan disebar ke seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Jampangkulon dengan membawa berbagai program pengabdian yang telah disiapkan.
Ia menambahkan, hasil pelaksanaan KKN nantinya akan dipaparkan dalam kegiatan lokakarya sebagai bahan evaluasi sekaligus rekomendasi bagi pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam merumuskan langkah pembangunan ke depan.
“Kami ingin KKN ini tidak hanya menjadi proses belajar bagi mahasiswa, tetapi juga menghasilkan program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Sinergi dengan pemerintah dan warga menjadi kunci agar setiap kegiatan memberikan dampak yang berkelanjutan,” kata Ardiana.
Melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh pihak berkomitmen memperkuat kerja sama agar pelaksanaan KKN STISIP Widyapuri Mandiri Cisaat Tahun 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan di Kecamatan Jampangkulon.
The post 202 Mahasiswa STISIP Widyapuri Mandiri Siap Terjun ke Jampangkulon, KKN Difokuskan Dorong Pemberdayaan Desa first appeared on Sukabumi Ku.




