Pemkot Sukabumi Gelontorkan Anggaran Rp. 2,2 Milyar Untuk Pembangunan Jalan Perana

SUKABUMI – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,2 miliar untuk pembangunan Jalan Prana melalui program betonisasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur yang lebih kuat, tahan lama, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan pembangunan Jalan Prana merupakan salah satu proyek prioritas hasil usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Menurutnya, pembangunan jalan tidak lagi hanya berorientasi pada perbaikan jangka pendek, tetapi harus memiliki kualitas yang mampu bertahan hingga puluhan tahun.

“Saya meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang agar ke depan pembangunan jalan lebih mengutamakan betonisasi atau rigid pavement. Jalan harus dibangun dengan kualitas terbaik sehingga tidak perlu terus-menerus diperbaiki,” ujar Ayep.

Baca Juga: Ayep Zaki Berencana Nekad Pinjam Anggaran Rp. 240 Milyar Untuk Pembangunan Daerah

Ia menjelaskan konstruksi Jalan Prana dirancang menggunakan beton dengan mutu K-250 dan ketebalan sekitar 20 sentimeter, yang dinilai cukup untuk menopang beban kendaraan di kawasan tersebut. Ayep juga menegaskan dirinya tidak menginginkan praktik pelapisan aspal di atas jalan yang telah dibeton karena dinilai tidak efisien.

“Kalau sudah dibeton, jangan lagi di-overlay dengan aspal. Saya ingin jalan yang benar-benar berkualitas sehingga umur layanannya bisa jauh lebih lama,” katanya.

Selain pembangunan jalan, Ayep juga mendorong perubahan konsep pembangunan trotoar di Kota Sukabumi. Ia menginginkan trotoar menggunakan konstruksi beton seperti yang diterapkan di sejumlah ruas jalan utama di Jakarta agar lebih awet dibandingkan pemasangan batu andesit.

Baca Juga: Viral! Tantri Kotak Dipeluk Penonton Saat Manggung di Geopark Ciletuh, Panitia Pastikan Pelaku Langsung Diamankan

Menurutnya, penggunaan material yang lebih berkualitas memang membutuhkan biaya lebih besar, namun sebanding dengan manfaat yang dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Kalau memang sedikit lebih mahal tetapi bisa bertahan puluhan tahun, itu jauh lebih baik. Uang rakyat harus dikembalikan untuk kepentingan rakyat melalui pembangunan yang berkualitas,” tegasnya.

Ayep menambahkan, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama pemerintahannya. Ia menargetkan seluruh persoalan infrastruktur jalan di Kota Sukabumi dapat dituntaskan secara bertahap dengan kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp331 miliar.

Selain infrastruktur, pemerintah daerah juga memprioritaskan percepatan penanganan stunting, kemiskinan ekstrem, dan pengangguran sebagai agenda pembangunan jangka panjang.

Baca Juga: Bonsai Sukabumi Diusulkan Jadi Ikon Daerah, Masuk Agenda HJKS 2026

Dalam kesempatan tersebut, Ayep turut memberikan peringatan keras kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan agar menjaga kualitas pekerjaan.

Ia meminta Dinas PUTR memperketat pengawasan dan tidak segan memberikan sanksi berupa daftar hitam (blacklist) kepada kontraktor maupun konsultan pengawas yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Saya tidak ingin ada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kekurangan volume atau kualitas pekerjaan. Kalau ada pelanggaran, ke depan harus diberikan sanksi tegas. Pembangunan harus akuntabel dan sesuai spesifikasi,” tandasnya.

Ia menegaskan proyek Jalan Prana dipilih dari ratusan usulan pembangunan yang masuk dari berbagai kecamatan melalui Musrenbang. Dengan keterbatasan anggaran, pemerintah daerah menetapkan proyek tersebut sebagai salah satu prioritas pembangunan tahun ini melalui alokasi dana sebesar Rp2,2 miliar.

The post Pemkot Sukabumi Gelontorkan Anggaran Rp. 2,2 Milyar Untuk Pembangunan Jalan Perana first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *