
JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimistis Indonesia dapat mencapai swasembada gula putih paling lambat pada 2028. Target tersebut akan ditempuh melalui program peremajaan tanaman tebu atau bongkar ratoon secara besar-besaran.
Amran mengatakan (Mentan), percepatan swasembada gula merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk mempercepat peremajaan tanaman tebu yang sudah tidak lagi produktif.
“Perintah Bapak Presiden, swasembada gula putih paling lambat dua tahun harus tercapai. Insya Allah kami akan melakukan bongkar ratoon secara besar-besaran. Tanaman ratoon berumur 12 tahun, 7 tahun hingga 15 tahun akan kita bongkar dan diremajakan. Target kita sekitar 100.000 hektare setiap tahun. Kalau memungkinkan, dua tahun seluruh program ini dapat selesai. Anggaran sudah kami siapkan atas persetujuan Bapak Presiden,” kata Amran di Surabaya, di kutip sukabumiku.id kamis, (23/7/2026).
Baca Juga : Resep Es Buah Ximilu, Minuman Segar Berisi Aneka Buah untuk Cuaca Panas
Peremajaan tebu untuk tingkatkan produksi gula
Menurut Amran, peremajaan tanaman menjadi salah satu langkah utama untuk meningkatkan produktivitas tebu nasional.
Dengan tanaman yang lebih produktif, produksi gula dalam negeri diharapkan meningkat sehingga ketergantungan terhadap impor gula dapat terus dikurangi.
Pemerintah menargetkan peremajaan sekitar 100.000 hektare lahan tebu setiap tahun sebagai bagian dari program percepatan swasembada gula nasional.
PT SGN siap dukung program pemerintah
Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, menyatakan pihaknya siap mendukung program pemerintah melalui kolaborasi dengan pabrik gula swasta dan para petani tebu.
Menurutnya, percepatan swasembada gula hanya dapat terwujud apabila seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama.
“Intinya kita harus melakukan percepatan swasembada gula. Arahan Bapak Menteri menjadi semangat bagi PT SGN bersama pabrik gula swasta untuk bergerak bersama-sama, terutama dengan memberikan perhatian lebih kepada petani,” ujar Mahmudi.
Petani mendapat dukungan peremajaan dan mekanisasi
Mahmudi menjelaskan, dukungan kepada petani akan diberikan melalui berbagai program, seperti bantuan bongkar ratoon, penyediaan traktor, hingga pendampingan budidaya tebu.
Menurut dia, peningkatan produktivitas di tingkat petani menjadi faktor penting dalam mewujudkan target swasembada gula.
“Kami optimistis target swasembada gula dalam dua tahun dapat diwujudkan,” kata Mahmudi.
Ia menambahkan, PT SGN akan terus memperluas program pendampingan, mekanisasi pertanian, serta peremajaan tanaman tebu sebagai bagian dari upaya bersama mencapai kemandirian gula nasional.(SE)
The post Mentan Targetkan Indonesia Swasembada Gula pada 2028, Siapkan Peremajaan 100.000 Hektare Tebu per Tahun first appeared on Sukabumi Ku.




