Tragedi Pemadaman Listrik : Pemkab Sukabumi Akan Bangun Ulang Rumah Korban Kebakaran Nyalindung

INILAHSUKABUMI.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi bergerak cepat merespons musibah kebakaran maut yang merenggut nyawa tiga anak di Kampung Babakan Bandung, RT 01 RW 06, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kamis (23/7/2026) malam.

Selain menyalurkan belasungkawa, Pemkab Sukabumi memastikan seluruh dokumen kependudukan yang ludes terbakar akan diterbitkan ulang, sementara hunian korban bakal segera direnovasi.

​Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, hadir langsung meninjau puing-puing lokasi kejadian pada Jumat (24/7/2026) guna mewakili Bupati Sukabumi.

Di hadapan keluarga, ia menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa warga rentan tersebut.

Baca juga : Tragedi Pemadaman Listrik di Sukabumi : Tiga Kakak Beradik Meninggal Dunia Saat Rumahnya Terbakar

​”Hari ini kami didampingi aparat kewilayahan mewakili Pak Bupati. Insyaallah Pak Bupati juga akan datang ke sini,” ungkap Ade Suryaman kepada awak media.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengucapkan belasungkawa. Mudah-mudahan nenek korban selalu diberikan kesehatan dan ketabahan,” sambung dia.

Dokumen Kependudukan dan Rumah Korban Diprioritaskan

​Sebagai bentuk kehadiran negara di tengah warga yang berduka, Pemkab Sukabumi langsung menginstruksikan instansi terkait untuk memulihkan administrasi kependudukan keluarga korban yang hangus dilalap si jago merah.

​”Tadi disampaikan mulai dari KK, KTP, semua surat-surat terbakar. Oleh sebab itu saya sudah tugaskan Kadis Kependudukan, Pak Camat, Pak Kades dan insyaallah semuanya akan diuruskan kembali,” ujar Ade.

​Tidak hanya dokumen penting, infrastruktur tempat tinggal korban yang rata dengan tanah juga dipastikan mendapat intervensi perbaikan agar keluarga bisa segera kembali menempati rumah yang layak.

​”Insyaallah tadi saya sudah berkoordinasi dengan Pak Camat dan Pak Kades, dan sudah siap untuk diperbaiki kembali,” tambah dia.

Ancaman Musim Kemarau Panjang dan Imbauan Kewaspadaan

​Menanggapi insiden ini, Ade mengingatkan seluruh masyarakat Sukabumi agar meningkatkan kewaspadaan ekstra, khususnya di tengah prediksi musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya.

Lingkungan yang kering dinilai sangat rentan memicu percikan api.

​Berdasarkan penelusuran di lapangan, kebakaran tragis ini diduga kuat bermula dari kelalaian penggunaan lilin penerangan saat terjadi pemadaman listrik.

Lilin yang ditaruh di atas alas piring plastik habis membakar material mudah terbakar di sekitarnya.

​”Nah ini harus hati-hati dan waspada karena situasi hari ini kemaraunya kelihatan agak panjang sehingga kering,”

“Seperti kasus yang terjadi, diduga ada kelalaian menyalakan lilin dan alasnya piring plastik. Kalau lilinnya habis tentu bisa memicu kebakaran,” jelas Ade.

Baca juga : Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini, Suhu Tembus 40 Derajat Celcius

​Nahasnya, faktor usia nenek yang sudah lanjut usia serta keterbatasan fisik anak-anak yang menjadi korban membuat proses evakuasi penyelamatan diri tidak dapat berjalan maksimal saat api dengan cepat membesar.

​”Cuma kondisi neneknya juga sudah sepuh dan korban juga masih kecil-kecil sehingga berdampak atau mengakibatkan kebakaran. Oleh sebab itu saya menghimbau kepada warga untuk waspada dan hati-hati,” pungkas Ade.

Tiga Anak Meninggal dalam Tidur

Diberitakan sebelumnya tiga anak kakak beradik meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran rumah di Kampung Babakan Bandung, RT 02 RW 06, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/7/2026) pukul 19:30 WIB.

Insiden yang menghanguskan seluruh bangunan rumah panggung ini diduga kuat dipicu oleh nyala lilin penerangan di tengah pemadaman listrik. Dalam peristiwa itu dua orang selamat.

Redaktur : Budiyanto

The post Tragedi Pemadaman Listrik : Pemkab Sukabumi Akan Bangun Ulang Rumah Korban Kebakaran Nyalindung first appeared on Inilah Sukabumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *