Siswa SDN Bojongkoneng Keracunan Diduga Akibat Susu MBG Kadaluarsa

SUKABUMI – Sejumlah siswa SDN Bojongkoneng, Kelurahan/Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi susu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (28/7).

Para siswa yang mengeluhkan mual dan pusing langsung mendapatkan penanganan di sekolah sebelum akhirnya dipulangkan lebih awal.

Salah seorang wali murid berinisial SH mengaku anaknya termasuk siswa yang mengalami keluhan usai mengonsumsi susu yang diduga sudah basi. Meski demikian, ia menyebut kondisi anaknya tidak sampai harus dirujuk ke rumah sakit karena penanganan cepat telah dilakukan di lingkungan sekolah.

“Anak saya dipulangkan lebih awal. Di sekolah langsung ditangani, dikasih air kelapa, terus dipulangkan. Gejalanya cuma mual dan pusing,” ujarnya.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah siswa yang terdampak. Namun, menurutnya, pihak penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bergerak cepat dengan mendatangi rumah para siswa yang mengalami keluhan untuk memastikan kondisi kesehatan mereka.

“Petugas SPPG datang door to door ke rumah-rumah siswa yang terdampak untuk memeriksa kondisi mereka. Obat-obatan juga sudah disiapkan di sekolah, bahkan jika diperlukan mereka datang langsung ke rumah,” katanya.

Ia menegaskan, hingga saat ini kondisi anaknya sudah berangsur membaik. Keluhan yang dirasakan hanya sebatas mual dan pusing, tanpa gejala yang lebih serius.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis terkait penyebab pasti dugaan susu basi tersebut, termasuk jumlah siswa yang terdampak. Dugaan ini masih menunggu hasil klarifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Sementara itu tim sukabumiku.id masih berupaya melakukan konfimasi ke Dinas Kesehatan Kota Sukabumi maupun pemilik Yayasan SPPG yang menyalurkan program MBG ke sekolah tersebut.

The post Siswa SDN Bojongkoneng Keracunan Diduga Akibat Susu MBG Kadaluarsa first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *