Kadin Fokus Dorong 92 Persen Ekonomi Nasional dari Konsumsi, Investasi, dan Ekspor

JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kontribusi dunia usaha terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Fokus tersebut diarahkan pada tiga sektor utama yang menjadi penopang sebagian besar perekonomian Indonesia, yakni konsumsi masyarakat, investasi swasta, dan ekspor.

Mengutip Bisnis.com, Minggu (2/8/2026), Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 92 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia ditopang oleh tiga komponen tersebut.

Karena itu, Kadin menilai dunia usaha memiliki peran strategis dalam menjaga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga : Resep Es Pokat Kopi, Perpaduan Alpukat dan Kopi yang Segar dan Mengenyangkan

“Melihat data BPS, hampir 92 persen ekonomi di PDB itu datang dari konsumsi masyarakat, investasi swasta, dan ekspor. Sehingga Kadin merasa terpanggil untuk berkontribusi di 92 persen ekonomi kita,” ujar Anindya saat memberikan laporan dalam agenda Presidential Briefing Kadin Indonesia bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Menurut Anindya, kontribusi dunia usaha tersebut tidak hanya bertumpu pada perusahaan berskala besar. Kadin juga mendorong keterlibatan berbagai kelompok pelaku ekonomi, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, BUMN, BUMD, hingga perusahaan swasta di tingkat pusat maupun daerah.

“Ini termasuk tentunya UMKM, koperasi, BUMN, BUMD, perusahaan besar baik pusat maupun daerah. Oleh karenanya di sini hadir tentunya asosiasi-asosiasi yang terkait,” katanya.

Logo Kadin Simbol Ketahanan Dunia Usaha

Anindya juga menyampaikan optimisme Kadin dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global. Menurut dia, semangat tersebut tercermin dalam filosofi yang terdapat pada logo Kadin Indonesia.

Ia menjelaskan, simbol perahu dalam logo Kadin menggambarkan kemampuan dunia usaha untuk bertahan dan berkembang dalam berbagai kondisi perekonomian.

“Kalau dilihat di logo Kadin itu memang di atasnya ada perahu. Perahu ini menandakan bahwa pengusaha yang kuat adalah pengusaha yang bisa mengarungi segala macam tipe lautan,” ujar Anindya.

Selain perahu, terdapat pula simbol dua ekor kuda dalam logo Kadin. Menurut Anindya, simbol tersebut menggambarkan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendorong pembangunan ekonomi nasional.

“Di dalam logo tersebut ada bukan satu kuda, dua kuda, yang artinya kita mesti kerja keras bahu-membahu untuk mendukung pemerintah,” katanya.

Pegang Teguh Nilai Tabah, Jujur, Setia

Lebih lanjut, Anindya menegaskan Kadin tetap mempertahankan nilai yang selama ini menjadi pegangan organisasi, yakni “Tabah, Jujur, Setia”.

Nilai tersebut menjadi bagian dari komitmen Kadin dalam menjalankan peran dunia usaha untuk memberikan kontribusi terhadap kepentingan bangsa dan negara.

“Logonya masih sama dari dulu, yaitu Tabah, Jujur, Setia. Tabah, Jujur, Setia untuk siapa? Untuk Merah Putih,” tandas Anindya.

Dengan fokus pada konsumsi masyarakat, investasi swasta, dan ekspor, Kadin menilai dunia usaha memiliki ruang kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian nasional. Penguatan kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah pun menjadi salah satu kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika perekonomian global.(SE)

The post Kadin Fokus Dorong 92 Persen Ekonomi Nasional dari Konsumsi, Investasi, dan Ekspor first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *