Pemkab Sukabumi Mulai Benahi Parkir Wisata, 13 Pengelola Jadi Percontohan di Pantai IP Palabuhanratu

SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mulai membenahi tata kelola kawasan wisata Pantai IP Palabuhanratu dengan menjadikan 13 pengelola parkir sebagai proyek percontohan untuk menciptakan pelayanan wisata yang lebih tertib, nyaman, transparan dan ramah terhadap pengunjung.

Program yang diinisiasi Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi tersebut menjadi bagian dari gerakan “Nata Wisata Ku Someah Pikeun Sukabumi Mubarokah” yang mulai diterapkan di kawasan Pantai IP, Kecamatan Palabuhanratu.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar mengatakan, pembenahan parkir menjadi salah satu pintu masuk untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperbaiki citra destinasi wisata di mata pengunjung.

Baca Juga: Sempat Viral dan Dicari Polisi, Oknum Guru Ngaji di Simpenan Ditangkap di Cibeber Banten

“Peluncuran 13 pengelola parkir pilot project ini merupakan upaya mewujudkan kawasan wisata yang tertib, nyaman, dan berkarakter melalui semangat ‘Nata Wisata Ku Someah Pikeun Sukabumi Mubarokah’,” kata Ali, Minggu (2/8/2026).

Program tersebut tidak hanya menyasar persoalan kendaraan dan area parkir, tetapi menjadi bagian dari konsep penataan destinasi yang lebih luas dengan mengadopsi nilai-nilai kearifan lokal Sunda.

Dispar Kabupaten Sukabumi merangkumnya dalam formula PANCASONA yang memuat lima aspek pelayanan utama bagi wisatawan.

Pertama, “Hade-na ka semah” yang menekankan keramahan dan pelayanan terbaik terhadap setiap wisatawan yang datang.

Baca Juga: Ide Jualan Kekinian: Resep Corndog Cheetos Isi Mozarella, Gurih dan Lumer

Kedua, “Parkiran-na nu merenah” dengan memastikan kendaraan wisatawan ditempatkan di area parkir yang tertata, aman dan tidak mengganggu kenyamanan kawasan.

Ketiga, “Sampah-na ka olah” yang mengedepankan pengelolaan kebersihan dan sampah secara responsif agar lingkungan destinasi tetap terjaga.

Keempat, “Jajanan-na henteu rongkah” yang mendorong pelaku usaha menerapkan harga makanan maupun jajanan secara rasional sehingga wisatawan tidak dibebani harga yang tidak wajar.

Kelima, “Wisatana kajaga ku agama jeung darigama”, yakni menjaga kawasan wisata dengan berpegang pada nilai agama, adat serta etika sosial masyarakat.

Konsep tersebut kemudian diperkuat melalui standar pelayanan SOMEAH yang merupakan akronim dari SOpan, aMan, Endah dan amanAH.

Menurut Ali, pengorganisasian juru parkir di kawasan wisata diharapkan dapat memberikan kepastian dan kenyamanan bagi pengunjung sekaligus mencegah praktik perparkiran yang berpotensi merugikan wisatawan maupun mencoreng citra pariwisata Kabupaten Sukabumi.

Penataan tersebut juga diarahkan agar pelayanan terhadap wisatawan memiliki standar yang jelas, mulai dari ketika pengunjung memarkir kendaraan, menikmati kawasan pantai, membeli makanan hingga meninggalkan destinasi.

Dispar Kabupaten Sukabumi berharap Pantai IP dapat menjadi model pengelolaan kawasan yang mengedepankan keramahan sekaligus profesionalisme sebelum pendekatan serupa dikembangkan lebih luas.

Ali menyebut gerakan tersebut membawa semangat “Maluruh Hikmah, Mihareup Berkah”, dengan pelayanan humanis dan kearifan lokal sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing pariwisata Kabupaten Sukabumi.

Pembenahan tata kelola destinasi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar karena kenyamanan wisatawan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kunjungan sekaligus mendorong perputaran ekonomi di kawasan wisata.

The post Pemkab Sukabumi Mulai Benahi Parkir Wisata, 13 Pengelola Jadi Percontohan di Pantai IP Palabuhanratu first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *