Setelah Begal, Dedi Mulyadi Bikin Sayembara Penjual Tramadol dan Miras Ilegal

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali melibatkan masyarakat dalam upaya memberantas aktivitas ilegal, kali ini dengan menjanjikan hadiah bagi warga yang memberikan informasi mengenai penjual tramadol dan minuman keras ilegal.

Setelah sebelumnya membuat sayembara terkait pelaku begal, Dedi kini meminta masyarakat ikut mengungkap lokasi penjualan obat keras tertentu (OKT) dan minuman keras tanpa izin yang dinilai dapat membahayakan generasi muda.

Warga bahkan diajak memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan informasi mengenai keberadaan tempat-tempat yang diduga menjual tramadol secara ilegal di wilayah Jawa Barat.

Baca Juga: 234 Orang Dievakuasi dari KMP Mutiara Sentosa II, SAR Cari Korban Hilang

“Kami sampaikan ya sekarang ini banyak yang menjual tramadol dan warung-warung minuman keras ilegal. Bagi siapa yang bisa memposting, menceritakan warung-warung tramadol di media sosial, saya akan kasih hadiah juga,” kata Dedi Mulyadi, dikutip Senin (3/8/2026).

Menurut Dedi, partisipasi masyarakat diperlukan untuk mempersempit ruang gerak peredaran obat keras tertentu yang diduga semakin mudah ditemukan dan berpotensi menyasar kalangan remaja.

Ia juga mengajak masyarakat meramaikan media sosial dengan informasi mengenai praktik penjualan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun pengawasan bersama.

Baca Juga: Dispar Kabupaten Sukabumi Mulai Terapkan Parkir Per Jam di Pantai Selatan, Segini Tarifnya!

“Ayo kita ramaikan media sosial dengan menayangkan orang-orang yang berjualan dan merusak moral anak-anak di Jabar,” ujarnya.

Langkah tersebut menjadi kelanjutan dari pendekatan Dedi yang sebelumnya menawarkan hadiah kepada masyarakat yang membantu mengamankan pelaku begal.

Sayembara begal itu sempat memunculkan beragam tanggapan, termasuk kekhawatiran mengenai risiko apabila masyarakat melakukan tindakan sendiri yang dapat membahayakan keselamatan atau bertentangan dengan hukum.

Baca Juga: 156 KK di Pasirsuren Palabuhanratu Terdampak Kekeringan, Bantuan Air Bersih Disalurkan

Dalam program terbarunya, keterlibatan warga diarahkan pada pemberian informasi mengenai keberadaan penjual tramadol maupun minuman keras ilegal agar dapat ditindaklanjuti.

Upaya memberantas peredaran obat keras tertentu dan minuman keras ilegal juga tengah diperkuat jajaran Polda Jawa Barat.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pipit Rismanto telah meminta jajaran kepolisian di tingkat polres meningkatkan koordinasi dalam menangani penyalahgunaan narkotika, obat keras tertentu, serta peredaran minuman keras ilegal.

Baca Juga: 32 Pelajar Terpilih Ikuti Diklat Paskibraka Kabupaten Sukabumi, Bupati: Ini Kebanggaan Sekaligus Amanah

Arahan tersebut merupakan tindak lanjut koordinasi lintas sektoral yang melibatkan sejumlah instansi pemerintah untuk memperkuat pencegahan dan pengawasan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dan instansi pemerintah untuk merapatkan barisan, langkah pencegahan hingga pengawasan ketat demi memastikan generasi muda di Jabar tumbuh sehat dan produktif,” kata Pipit.

Pelibatan masyarakat diharapkan dapat mempercepat masuknya informasi mengenai lokasi penjualan ilegal kepada pihak berwenang, sementara proses penindakan tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

The post Setelah Begal, Dedi Mulyadi Bikin Sayembara Penjual Tramadol dan Miras Ilegal first appeared on Sukabumi Ku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *